Kepri

Gubernur Kepri Sebut Masyarakat Abai Protkes jadi Penyebab Covid ”Mengganas”

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad saat meninjau prosesi vaksinasi Covid-19 di Tanjungpinang, Senin (19/4). Gubernur meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. (f. Humas Pemprov Kepri )

batampos.id- Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah di Provinsi Kepri disebabkan masyarakat mulai abai terhadap protokol kesehatan (protkes). Menurut Gubernur, penyebaran virus Corona akan semakin masif, apabila upaya pencegahan tidak didukung oleh masyarakat.

BACA JUGA: Karantina Mandiri Penderita Covid Dinilai Kurang Efektif, Rencanakan Beralih ke Karantina Terpadu

“Belakangan ini kasus Covid-19 terus bertambah angkanya di Provinsi Kepri. Begitu dengan dengan kasus yang berakhir dengan meninggal juga bertambah,” ujar Gubernur menjawab pertanyaan media di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (28/4/2021).

Advertisement

Tidak ingin jumlah masyarakat Kepri yang terpapar Covid-19 terus bertambah. Ia mengharapkan masyarakat untuk mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Yakni, tetap mematuhi dan menegakkan protkes. Baik di rumah maupun di luar rumah.
“Kita lihat masyarakat saat ini mulai abai terhadap protkes Covid-19, khususnya mengenakan masker. Ini menjadi penyebab meningkatnya kasus Covid-19 di Provinsi Kepri,” jelas Gubernur.

Ditegaskan Gubernur, dengan kelonggaran yang telah diberikan membuat masyarakat mulai abai, tidak mengenakan masker dan mulai lupa akan jaga jarak dan berkerumun. Atas dasar itu, Gubernur meminta masyarakat Kepri terutama yang berada di Kota Tanjungpinang dan Batam untuk dapat terus menjaga dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 khususnya mengenakan masker, menjaga jarak dan menghindari keramaian.

“Serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan handsanitizer sehabis melakukan sesuatu. Karena itu adalah bagian dari ikhtiar kita untuk mencegah penyebaran Covid-19,” jelasnya lagi.

Ditambahkan Gubernur, saat ini Pemprov Kepri juga terus menggesa proses vaksinasi terhadap kelompok-kelompok tertentu. Adapun saat ini sasaranya adalah terhadap warga lanjut usia (lansia). Gubernur khawatir, apabila kasus terus meningkat akan dilakukan kebijakan skala ketat. Kondisi ini akan berdampak pada aktivitas masyarakat.

“Bagaimana kita menjaga aktivitas di tengah new normal ini berjalan baik. Caranya adalah mematuhi segala bentuk protkes yang sudah ditetapkan,” tutup Gubernur.
Sementara itu, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, TS. Arif Fadillah menambahkan, per 27 April 2021 jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Kepri tercatat 10.837 orang yang terpapar Covid-19. Adapun kasus aktif pada hari itu adalah 996 orang. Sedangkan jumlah yang sembuh sebanyak 9.584 orang.

“Sementara itu jumlah kasus Covid-19 yang berakhir dengan meninggal tercatat ada 257 kasus. Kita mengharapkan kerjasama masyarakat dan semua pihak, sehingga penyebaran bisa kita tekan,” ujar Arif menambahkan. (*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul