Metropolis

Rusun Pemko dan BP di Tanjunguncang Penuh dengan Pekerja Migran Indonesia

Para pekerja migran yang ditempatkan di rusan pemko tanjunguncang diawasi petugas. PMI ini dikarantina menunggu dipulangkan ke daerah asal. (f.dalil/batampos.id)

batampos.id-Rumah susun (Rusun) milik Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam di Tanjunguncang, Batuaji penuh dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Rabu (28/4/2021). Pekerja Migran ini dipulangkan dari Malaysia dan ada juga yang pulang secara mandiri. Pekerja Migran ini dari dua negara yakni Malaysia dan Singapura. Didominasi paling banyak Malaysia dibanding Negara Singapura.

BACA JUGA: Batam Diserbu Pekerja Migran asal Malaysia dan Singapura

Sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing Pekerja Migran ini wajim mengikuti aturan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 wajib di Swab dan dikarantina sambil menunggu hasil swab, ujar Koordinator Rusun PMI Karantina Tanjunguncang, Dokter Jee.

Advertisement

Masih kata Dokter Jee, Khusus PMI sekarang wajib dua kali swab mengikuti peraturan teknis Kemendagri. Swab dilakukan dihari pertama dan swab ke dua dilakukan dihari ke lima khusus yang negatif. Nah dihari pertama mereka diswab bila positif wajib dibawa ke Rumah Sakit Khusus Infeksi di Pulau Galang. Dan bila hasil swab pertama negatif dihari ke-5 boleh pulang. Bila untuk aturan Satgas Covid-19, tuturnya.

“Hari ini sudah 71 orang dilakukan swab di Rusun BP Batam. Dan hari Jumat nanti tanggal 30 sekitar 200-san kita lakukan swab. Paling cepat tiga hari baru dapat menunggu hasilnya dan paling lama lima hari, kata Dokter yang tugas di Puskesmas Tanjunguncang ini.

Mayoritas pekerja migran ini bekerja sebagai buruh pabrik di Malaysia dan Singapura. Pabrik tempat mereka berhenti beroperasi mangkanya mereka dipulangkan oleh perusahaan dan ada juga yang pulang secara mandiri.

Pekerja Migran Indoensia ini kita tampung di Rusun Putra Jaya sebanyak 139 orang yang datang senin tanggal 26 lalu. Di Rusun BP Batam sebanyak 104 orang dengan datang dua gelombang ditanggal 22 dan tanggal 24 April dan di Rusun Pemko Batam di Tanjunguncang sebanyak 200-san orang.

Rusun Pemko Batam penuh semua. Sudah dua Rusun milik Pemko penuh yang di Tanjunguncang. Mangkanya Rusun BP Batam dan Rusun Putra Jaya kita buka untuk karantina. Gelombang ini paling banyak PMI membludak, tuturnya. (*)

Reporter : Dalil Harahap
Editor : tunggul