Karimun

Camat Kundur Utara Sesalkan Penutupan Ponton Pelabuhan oleh UPT Dishub Kepri

Seorang penumpang tetap menerobos pintu ponton yang sudah ditutup dipasang laban karena kondisi ponton rusak. (f.imam/batampos.id)

batampos.id- Camat Kundur Utara Isnaidi menyesalkan ditutupnya sementara aktivitas ponton pelabuhan penumpang Tanjungberlian oleh UPt Dishub Kepri. Karena tidak lama lagi warga merayakan hari raya Idul Fitri sehingga aktifitas pelabuhan antar pulau justru semakin meningkat. Sehingga penutupan ponton pelabuhan sementara oleh dinas perhubungan provinsi Kepri sangat disayangkan.

BACA JUGA: Kondisi Ponton Pelabuhan Kundur Utara Cukup Memprihatinkan, Karatan

“Kalau cuma sekedar menutup aktivitas ponton dengan garis polisi itu tindakan emosi. Sementara kita inginya duduk bersama mencari solusi terbaik bukan hanya sekedar menutup ponton seperti sekarang ini, “terang Isnaidi.

Advertisement

Lebih lanjut dikatakan kondisi ponton pelabuhan Tanjungberlian sangat memprihatinkan. Terlihat dua tiang ponton sudah karatan dan keropos dalam kondisi tergantung. Menindaklanjuti kondisi ponton kami camat kundur Utara bersama lurah dan kepala wilayah kerja Tanjungberlian meninjau ke lokasi. Selanjutnya kita sampaikan pada petugas UPT Dishub Provinsi Kepri dan minta solusi terbaik. Saat itu petugas UPT dishub Kepri mengaku tidak ada anggaran untuk perbaikan ponton. Jika memang resiko sebaiknya ponton ditutup aja sampai nanti ada anggaran untuk perbaikan.

Maksud kami selaku pimpinan di Kundur Utara mengajak duduk bersama, UPT Dishub Kepri, Kapolsek, Kepala Wilayah Kerja untuk mencari solusi terlebih dahulu. Jika sekedar perbaikan ringan tiang ponton bisa kita lakukan bersama-sama. Tapi kenyataanya sekarang ponton ditutup, sementara merupakan pelabuh multifungsi.

Secara terpisah Ery Suandy anggota DPRD Provinsi Kepri saat dihubungi Batam Pos menyayangkan keputusan penutupan ponton pelabuhan. Seharusnya dicarikan solusi kalau ada kerusakan ringan dapat diperbaiki. “Iya kan tidak harus ditutup sementara tanpa ada perbaikan. Kenyataanya kalau ponton ditutupun masih banyak warga yang beraktivitas di situ, “tegas Ery Suandi.

Dikatakan terkait penutupan ponton kami hari ini ( jumat 30/4) akan turun ke Tanjungberlian meninjau ponton. Kita akan mencari solusi terbaik agar ponton pelabuhan dapat digunakan warga tanpa mengabaikan keselamatan. (*)

Reporter: Imam Sukarno
editor: tunggul