Karimun

Menhub Pastikan Kelanjutan Pelabuhan Malarko dan Bandara RHA, Karimun

Menhub saat mendapat penjelasan pembangunan pelabuhan dan bandara di Karimun. (f.tri/batampos.id)

batampos.id – Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya, kali kedua melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karimun.
Menhub Budi Karya didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad tiba di Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Sei Bati Tebing
menggunakan helikopter. Setibanya, dibandara rombongan langsung menuju pelabuhan Malarko di desa Pongkar. Usai meninjau kondisi pelabuhan tersebut, rombongan kembali ke RHA yang langsung mengadakan rapat terbatas (Ratas) bersama Pemerintah Kabupaten Karimun dan stakeholder lainnya.

BACA JUGA: Kemenhub Terbitkan Aturan Larangan Mudik Lebaran 2021

Dalam kesempatan tersebut, Menhub RI Budi Karya menyampaikan, dirinya ditugaskan oleh Presiden RI untuk melihat langsung perencanaan pembangunan pengembangan infrastruktur fisik di pelabuhan dan bandara yang ada di Karimun. Sebab, kondisi letak geografis Karimun sendiri sangat strategis yang berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia. Dengan jarak tempuh sekitar 50 kilometer, antara kedua negara tersebut.

Advertisement

”Dalam kesempatan ini, saya tinjau dua tempat yaitu pelabuhan Malarko dan Bandara RHA,” terangnya, Sabtu (5/1/2021).

Pertama untuk pelabuhan Malarko ini, sejumlah investasi sudah ditanamkan oleh Pemerintah Pusat. Namun, kondisi fiskal dari
APBN harus disebar ke mana-mana. Sehingga, bapak Presiden menugaskan pada dirinya untuk sedapat mungkin melibatkan
Pemda dan pihak swasta dalam pengembangan pelabuhan tersebut.

Menhub tiba di bandara RHA Sei Bati Karimun didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad. ( f,TRI)

” Jadi kita bersepakat. Agar pelabuhan Malarko ini, dapat dikembangkan menjadi satu pelabuhan dengan konsep kerja sama
pengelolaan yang bisa konsesinya 30 tahun. Artinya, nanti kementerian perhubungan melimpahkan kepada BUMD bekerja sama dengan swasta dan selanjutnya akan dikembangkan,” ujarnya.

Dengan demikian, pelabuhan Malarko nantinya berjalan maka kegiatan-kegiatan ekonomi semakin baik di Karimun. Kedua,
bandara RHA yang direncanakan all timit bisa didarati pesawat 737 dengan panjang runway 2.200 meter. Tapi, kita harus
realistis akan diselesaikan 1.500 meter panjang runway yang bisa didarati pesawat atr. Nanti, tidak lagi pesawat perintis yang bisa
mendarat dibandara ini.

” Nah, saya minta tolong kepada Pak Gubernur Kepri dan Bupati Karimun terhadap tanah yang harus dibebaskan. Maupun, tanah-
tanah kehutanan yang bisa dikerjasamakan untuk kepentingan umum. Dan, kita bersepakat bisa diselesaikan dalam waktu tidak
sampai satu minggu terhadap lahan pelabuhan dan bandara. Saya harapkan, mandat pak Presiden bisa dilaksanakan agar Kepri
bisa memiliki dayang saing yang baik,” pesannya.

Sementara itu Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan, bahwa Kabupaten Karimun sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas kawasan yang dikenal dengan FTZ. Sehingga, Pemerintah Pusat
telah memberikan relaksasi dibidang fiskal maupun perizinan. Untuk itu, dapat dioptimalkan dengan persediaan infrastruktur yang memadai.

” Kita menyambut baik kedatangan Pak Menteri yang kedua kali ini. Dan, hari Rabu nanti kita adakan rapat koordinasi Provinsi,
Kabupaten dan teman-teman Bandara serta Pelabuhan. Kemudian, hasilnya disampaikan kepada pak Menteri untuk dibahas bersama dengan kementerian terkait,” terangnya.

Masih kata Ansar lagi, dirinya yakin kalau kolaborasi dilakukan terus dan mengandeng dengan mitra kerja dari swasta. Tentu
dengan skema-skema yang kita tetapkan. Sedangkan, soal konsensi tergantung kesepakatan bersama nantinya.

” Pak Menteri semangat, maka kami didaerah malu apabila tidak semangat. Dan, segera ditindaklanjuti satu persatu tugas daerah
bersama Kabupaten Karimun. Mudah-mudahan tahun depan bisa 1600 meter runway bandara RHA,” ucapnya. (*)

Reporter : TRI HARYONO
Editor : Tunggul