Karimun

Penyelundupan 17 Kg Sabu dari Malaysia Dikemas Kemasan Teh Cina Digagalkan BC Kepri

barang bukti dan tersangka. (f.sandi/batampos.id)ka pembawa sab

batampos.id – Patroli gabungan Bea dan Cukai yang tergabung dalam Tim Satgas Patroli Laut Kanwil Khusus Kepri di Tanjungbalai Karimun bersama Subdit Narkotika dan Subdit Patla dari Kantor Pusat DJBC, Kanwil DJBC Riau, KPU BC Batam dan Pangkalan Sarana Operasi (PSO) BC Tanjungbalai Karimun pada Selasa (27/4) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu dan pil happy 5 dengan nilai Rp17 miliar.

BACA JUGA: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 43.795 Butir Ekstasi Asal Malaysia ke Batam\

Pengungkapan Tim Satgas Patroli Laut berawal dari informasi yang diterima Direktorat P2 dari BC Kantor Pusat pada Senin (26/4/2021) bahwa akan ada pemasukan barang terlarang dari Batu Pahat, Johor Bharu, Malaysia ke Sungai Guntung, Provinsi Riau menggunakan moda transportasi kapal kayu. Sehingga, tim langsung menurunkan 5 unit kapal patroli dan untuk melakukan pengamatan di laut.

Advertisement

Kepala Kanwil Khusus DJBC Kepri, Agus Yulianto membenarkan adanya penangkapan 17 kg sabu dan pil happy 5 dari Malaysia. ”Memang betul (ada penangkapan, red) saat ini sedang disiapkan rilisinya,” jelasnya, Jumat (30/4/2021).

Dikatakanya, sabu seberat 17,7 kg dan 1.000 butir pil happy 5 diamankan dari KM Tohor Jaya yang diamankan di Perairan Pulau Burung pada posisi koordinat 0°29.186′ U/ 103°31.023′ T pada Selasa (27/4). Saat diamankan kondisi kapal tidak ada muatan. Namun, petugas BC tidak langsung menyerah. Melainkan, membawa kapal kayu tersebut ke Pelabuhan P2 di Kanwil Khusus DJBC Kepri di Meral, Tanjungbalai Karimun.

Untuk memperkuat dugaan, akhirnya Tim Satgas Patroli Laut mendatangkan Anjing K9 dari KPU BC Batam untuk melakukan pemeriksaan di dalam kapal. Upaya untuk menemukan barang terlarang akhirnya membuahkan hasil. Anjing K9 mendekati dua tabung gas buatan Malaysia. Untuk memastikan isinya, aparat C membawa kedua tabung gas ke mesin x-ray atau pemindai yang ada di Bandara Raja Haji Abdullah di Sei Bati, Kecamatan Tebing. Pada saat tabung gas masuk ke mesin pemindai memang dilihat ada yang mencurigakan.

Sehingga, lanjutnya, kedua tabung gas dibawa lagi ke Kanwil Khusus DJBC Kepri untuk dibuka. Dan, setelah dibuka ternyata memang di dalamnya tersimpan sabu yang dikemas dalam bentuk kemasan teh cina. Selain menemukan sabu dengan berat kotor 17,7 kg sabu, juga ditemukan 1.000 pil happy 5. Dengan perkiraan nilai barang Rp17 miliar. Di dalam kapal terdapat lima orang, terdiri dari satu orang nakhoda kapal dan empat orang kru kapal. (*)

Reporter: Sandi
editor: tunggul