Bintan-Pinang

Kawasan Wisata Lagoi Sediakan Fasilitas Pelayanan Genose di Terminal Bus, Simpang Lagoi

Fasilitas pelayanan genose yang disediakan pengelola kawasan wisata Lagoi bekerjasama RSKI Galang di gedung serbaguna Terminal Bus Sri Tri Buana, Simpang Lagoi.
(f.ist)

batampos.id – Calon pengunjung kawasan wisata Lagoi, Bintan yang berasal dari luar Pulau Bintan wajib menunjukkan surat hasil pemeriksaan bebas covid-19. “Benar, calon pengunjung dari luar Pulau Bintan yang berusia di atas 5 tahun wajib menunjukkan hasil pemeriksaan bebas covid-19,” ujar GGM PT. Bintan Resort Cakrawala (BRC), pengelola kawasan wisata Lagoi, Abdul Wahab.

BACA JUGA: Akui Pariwisata Bintan, Rahma Teken Kerja Sama dengan PT. BRC untuk Kembangkan Pariwisata di Tanjungpinang

Surat hasil pemeriksaan bebas covid-19 bisa berupa hasil uji PCR yang berlaku 3 x 24 jam atau rapid test antigen yang berlaku 2 x 24 jam atau tes uji genose C19 yang berlaku 1 x 24 jam.

Advertisement

Untuk genose, dia mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Rumah Sakit Khusus  Infeksi (RSKI) covid-19  Pulau Galang, Batam menyediakan fasilitas pelayanan genose ke calon pengunjung yang ingin masuk kawasan wisata Lagoi. “Mulai 3 Mei 2021, fasilitas pelayanan genose dibuka 24  jam,” ujarnya.

Dia menyebut, bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas pelayanan genose bisa langsung mendatangi gedung serbaguna di Terminal Bus Sri Tri Buana, Simpang Lagoi. “Lokasinya sekitar 200 meter dari pintu masuk kawasan wisata Lagoi,” ujarnya.

Disinggung biaya genose, dia menyebut, biaya pelayanan pemeriksaan genose ditarif sekira Rp 35 ribu per orang untuk sekali tes. Selain itu, dia menyebut, pengelola kawasan akan menerapkan teknologi  QR code sehingga data  pengunjung maupun  pekerja wisata masuk  dalam sistim yang  teregistrasi.

“Tujuannya agar dapat dilacak dengan baik keberadaan mereka jika dibutuhkan sebagai bagian dari usaha memutus rantai  penyebaran covid-19,” ujarnya.

Dia berharap pelayanan genose dan QR Code membantu pemerintah setempat dalam upaya memutus rantai penularan covid-19 di Pulau Bintan serta diharapkan dapat menggeliatkan usaha  wisata di kawasan wisata Lagoi yang  aman dan sehat.

Dikatakannya juga, sejak awal pandemi, pihaknya sudah memberlakuan protokol kesehatan yang ketat baik terhadap pengunjung yang  berwisata maupun pekerja pariwisata  di  dalam kawasan.

Seiring berjalannya  waktu, katanya, pihak  pengelola kawasan wisata Lagoi didukung pemerintah daerah  serta pusat terus melakukan persiapan dalam menyambut dibukanya travel  bubble Singapura – kawasan wisata Bintan Resort Lagoi.

Bahkan, lanjutnya, pihaknya telah menyiapkan pedoman  strategi yang dijadikan  sebagai acuan untuk menjamin destinasi kawasan wisata Bintan Resorts Lagoi menjadi kawasan wisata  yang  aman terbebas dari  transmisi  covid-19.

Untuk mencanangkan  Bintan Resorts aman  tersebut, diakuinya,  peran serta yang  sangat erat serta komitmen dari seluruh  pemangku kepentingan  di dalam kawasan wisata Lagoi  sangat  dibutuhkan.

Dikatakannya, pihak pengelola  bersama pihak hotel dan resorts serta  pelaku pariwisata yang ada terus membangun  kompetensi dan kapabilitas agar penegakkan protokol  kesehatan berjalan  secara berkesinambungan

“Penegakkan protokol kesehatan tidak akan pernah  kendor melalui  serangkaian pelatihan,  implementasi, evaluasi, perbaikan dan pengawasan secara terus-menerus,” imbuhnya. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul