Metropolis

Amdas Belian,Batamkota Minta Pembangunan Sutet Dihentikan, Tunggu Ada Putusan Hukum Berkekuatan Tetap

Aksi penolakan pembangunan sutet PLN. (f.ist)

batampos.id – Aliansi Masyarakat Terdampak Saluran Udara Tegangan Tinggi (Amdas) kelurahan Belian, Kecamatan Batamkota kembali angkat suara terkait polemik pembangunan sutet PLN di dekat pemukiman mereka. Mereka dengan tegas meminta agar pembangunan sutet tersebut jangan dulu dilanjutkan sampai ada putusan hukum yang tetap.

BACA JUGA: Kembangkan Jaringan Listrik, PLN Harus Tingkatkan Sinergi dengan Pemda

Ini disampaikan karena belakangan muncul informasi bahwasannya pihak PLN telah memenangkan putusan hukum di pengadilan negeri Batam dan akan melanjutkan pembangunan sutet tersebut. Warga yang tergabung dalam Amdas menentang keras informasi tersebut sebab, putusan pengadilan negeri juga telah diterima oleh masyarakat bahwasannya perkara kedua bela pihak (Amdas dan Pihak PLN) sama-sama ditolak.

Advertisement

“Karena ditolak, kami naikkan kasus ini ke Pengadilan Tinggi tanggal 29 April kemarin. Kasus belum berjalan kok PLN framing seolah memenangkan perkara di Pengadilan. Padahal putusan pengadilan dua-duanya ditolak. Harusnya jangan dulu dilanjutkan sampai ada putusan yang tetap atau inkrah,” kata ketua Amdas kelurahan Belian Suwito, Senin (3/5/2021).

Warga yang berdampak dengan pembangunan sutet tersebut kata Suwito pada umumnya menolak rencana pembangunan sutet tersebut sebab berdampak dengan lingkungan tempat tinggal mereka. Pembangunan sutet ini membuat mereka tak nyaman dan yang paling utama berdampak dengan nilai properti yang mereka miliki. Nilai jual rumah akan turun drastis dan itu sudah dibuktikan oleh saksi ahli di pengadilan.

“Alasan lain kami menolak juga izin amdal dan pembangunan sutet awalnya di seberang jalan sana, tapi kenapa malah pindah ke seberang sini (pemukiman warga). Izin itu sampai sekarang masih diseberang sana,” tuturnya.

Untuk itu masyarakat yang tergabung dalam Amdas ini meminta agar pihak PLN menahan diri dulu sampai ada keputusan hukum yang tetap. “Kalau putusan hukum tetapnya harus dibangun ya mau bilang apa lagi. Intinya kita minta hargai proses hukum yang sedang berjalan. Kasus ini sudah dinaikan ke Pengadilan Tinggi,” kata korlap Amdas kelurahan Belian Alfani. (*)

Reporter: Eusebius Sara
editor: tunggul