Karimun

Bupati Karimun dan 8 Anggota Keluarga Positif Terpapar Covid-19

Bupati Karimun Aunur Rafiq

batampos.id- Bupati Karimun, Aunur Rafiq positif terpapar Civid-19. ”Perlu kita sampaikan bahwa terkait dengan informasi Bapak Bupati konfirmasi atau positif, dengan ini kami sampaikan bahwa memang benar (Bupati Karimun, red) positif Covid-19. Berdasarkan riwayat yang kita catat bahwa hal ini karena kontak erat keluarga. Yakni, diawali pada Selasa (20/4) salah satu anggota keluarga ada yang demam dan flu. Kemudian pada Sabtu (24/4/2021) dilakukan rapid antigen seluruh anggota keluarga hasilnya negatif,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, Rachmadi.

BACA JUGA: Positif Covid Tambah 51, 1 Meninggal

Dikatakannya, kondisi satu orang keluarga Bupati Karimun yang mengalami demam dan flu membaik, namun belum sembuh. Pada hari Selasa (27/4/2021) mulai mengalami anosmia atau penciuman berkurang. Maka, untuk memastikan dilakukan pengambilan sampel swab PCR. Pada Kamis (29/4/2021) hasilnya dinyatakan positi Covid-19. Dengan hasil positif ini akhirnya pada hari yang sama dilakukan pengambilan sampel swab PCR terhadap beberapa orang keluarga Bupati Karimun yang lain.

Advertisement

”Sampel swab PCR keluarga Bupati Karimun telah dikirimkan dan keesokan harinya, Jumat (30/4/2021) kita dapat informasi dari BTKLPP Batam yang sifatnya belum untuk publikasi menyatakan bahwa keluarga Bupati Karimun yang lain juga positif. Sehingga, pada Jumat (30/4) Bupati Karimun dan keluarga yang belum diambil diambil sampel swab PCR. Dan, siang ini (kemarin, red) hasil dari BTKLPP sudah dkirimkan kepada kita yang menyebutkan Bupati Karimun positif terpapar Covid-19,” jelasnya.

Selain Bupati Karimun, lanjut Rachmadi, ada 8 orang keluarga yang lain dalam satu rumah juga dinyatakan positif Covid-19. Untuk penanganan, Bupati Karimun dan keluarga yang positif melakukan perawatan dan isolasi mandiri di rumah. Karena, kondisi tempat tinggal memungkinkan. Dengan demikian, diimbau kepada masyarakat yang merasa sebagai kontak erat dengan pasien konfirmasi atau positif untuk dapat segera melaporkan ke Puskesmas wilayah setempat agar bisa dilakukan swab PCR. (*)

Reporter: Sandi
editor: tunggul