Covid-19

Covid-19 di Batam Belum Terkendali

Menhub Fasilitasi Pemulangan PMI

Pertumbuhan kasus Covid-19 di Kota Batam per 2 Mei 2021 terus meroket. (https://lawancorona.batam.go.id/)

batampos.id – Pertumbuhan kasus Covid-19 di Kota Batam terus meroket. Saat ini, jumlah pasien yang tengah dirawat sebanyak 680 orang dari total 7.284 kasus. Sementera, pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sudah ada solusi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memfasilitasi pemulangan mereka ke daerah asal, sehingga tak perlu berlama-lama di Batam.

”Data terbaru, ada 27 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah yang dirawat pun bertambah jadi 680 orang. Sebanyak 369 di antaranya ditangani Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang,” ujar Ketua Bidang Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, Minggu (2/5).

Ia menambahkan, pertumbuhan kasus itu agak kontras dengan hasil survei pusat yang menyebut tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan (protkes) di Batam mencapai 90 persen. Namun, angka kasus belum berhasil dihentikan.

Advertisement
Tenaga kesehatan Kota Batam melakukan usap swab tes PCR kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) PMI asal Malaysia dan Singapura.  di Rusun Pemko, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (29/4).Swab covid-19 ini dilakukan untuk memastikan bebas Corona sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. (Dalil Harahap/Batam Pos)

”Menurut saya, kemungkinan terpapar saat makan dan ngobrol dengan teman dan tidak menggunakan masker, dan jaga jarak. Jadi, penyebab berkembangnya kasus untuk saat ini masih karena melemahnya penerapan protkes (protokol kesehatan),” ujarnya.

Upaya menekan gelombang kasus Covid-19 menjadi konsen Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Namun, jumlah kasus terus bertambah. Menurunnya tingkat kesadaran masyarakat menerapkan protkes juga menjadi faktor.

Selain itu, peningkatan juga dilakukan bagi PMI yang pulang melalui Batam. Akibatnya, ada varian baru, pengawasan lebih ditingkatkan. Setiap PMI yang datang langsung dikarantina dengan ketat, sehingga PMI tidak bisa meninggalkan tempat karantina sebelum diperbolehkan.

”Tentu adanya varian baru ini, harus ada peningkatan pengawasan. Dan Satgasnya juga sudah terbentuk guna memastikan proses pemulangan PMI lancar sampai akhir,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengaku tidak bosan mengingatkan penerapan protkes, selain ikhtiar melalui program vaksinasi. Ia berharap pandemi di Batam selesai Desember tahun 2021 ini. ”Maka prokes wajib dilaksanakan. Kita tak boleh pasrah pada takdir. Takdir bagian terakhir, bagian awal adalah usaha yang sungguh-sungguh,” kata dia.

Ia meminta semua elemen tidak abai. Terlebih menganggap pandemi ini adalah hal yang biasa, padahal sebaliknya hal yang luar biasa dan juga harus ditangani dengan semangat kolektif. ”Saya sampaikan ini demi keselamatan rakyat saya,” pesan Kepala BP Batam itu.

Sampel Masuk BTKLPP Kembali Meningkat

Imbauan pemerintah agar masyarakat kembali perhatikan penerapan protkes dan pola hidup sehat sangat beralasan. Pasalnya, penyebaran Covid-19 kembali meningkat belakangan ini.

Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam ada peningkatan yang cukup drastis dengan sampel pemeriksaan Covid-19 selama dua hari menjelang akhir pekan, kemarin. Jumlahnya di atas 1.500 sampel. Jumlah sampel terbanyak masuk pada Kamis (29/4) sebanyak 924 sampel dan Jumat (30/4) sebanyak 630 sampel.

”Memang agak banyak dua hari terakhir ini dan yang terkonfirmasi positif juga cukup banyak. Sekitar 20 persen dari total yang masuk per hari,” kata Kepala BTKLPP Batam, Budi Santosa, kemarin.

Membeludaknya sampel pemeriksaan Covid-19 ini, sebut Budi, karena ada peningkatan jumlah PMI yang menjalani proses karantina di rusunawa milik Pemko dan BP Batam. Dari 20 persen kasus yang terkonfirmasi positif ini sebagian besar dari rombongan PMI. ”Banyak yang dari PMI. Hari ini (kemarin, red) saja dari seratusan sampel yang kita periksa 36 orang dinyatakan positif,” kata Budi.

Seperti imbauan pemerintah, untuk menekan angka penyebaran Covid-19 ini, Budi minta masyarakat kembali memperhatikan protkes, serta menjaga kesehatan dan imunitas tubuh. (*)

Reporter : YULITAVIA
EUSEBIUS SARA
YOFI YUHENDRI
Editor : MOHAMMAD TAHANG