Metropolis

Covid ‘Mengganas’, Disdik masih Pertahankan Belajar Tatap Muka

pelajar SD saat belajar tatap muka. (f.cecep/batampos.id)

batampos.id – Peningkatan kasus Covid-19 masih terus berlanjut. Saat ini, jumlah pasien yang tengah dirawat sebanyak 680 orang dari total 7.284 kasus. Berdasarkan data tingkat kasus aktif mencapai 9, 336 persen, dengan total angka kasus per hari rata-rata mencapai 20 kasus. Meskipun terjadi penambahan kasus yang cukup signifikan, Pemerintah Kota Batam masih bertahan dengan beberapa kebijakan seperti belajar tatap muka, dan aktivitas lainnya.

BACA JUGA: Kemenag: Masa Pandemi Covid-19, Wajib Pakai Masker di Masjid

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan mengatakan untuk kebijakan tetap muka masih berjalan seperti biasa, hingga saat ini siswa berhasil mengikuti sistem pembelajaran tatap muka, dan menyelesaikan ujian dengan baik.

Advertisement

“Untuk saat ini masih lancar. Dan belum ada rencana untuk kembali ke daring. Hal ini karena pengawasan yang dilakukan Tim Terpadu Covid-19 yang selalu melakukan monitoring ke sekolah,” kata dia, Minggu (2/5/2021).

Mengenai tahun ajaran baru, Hendri menjelaskan kebijakan perubahan sistem belajar tergantung Wali Kota Batam dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Menurutnya selama ini penanganan di sekolah cukup baik. Jika ada siswa yang terpapar, tim Gugus tugas langsung bergerak cepat. Bahkan sekolah juga dilakukan penutupan dan sterilisasi.

“3T langsung dijalankan untuk menemukan adanya kontak erat, jadi kalau perubahan kami menunggu saja. Nanti pasti Pak Wali punya kebijakan soal ini,” sebutnya.

Hendri mengungkapkan, selama ini berusaha menjalankan sistem belajar tatap muka dengan baik. Pihaknya tidak bosan mengingatkan kepala sekolah hingga guru untuk memastikan protokol kesehatan di sekolah benar-benar dijalankan.

“Kami sangat awasi betul ini. Karen selama daring keluhan yang kami terima juga cukup banyak. Orangtua mendesak sekolah kembali dibuka, karena mereka kesulitan menghadapi anaknya belajar di rumah. Makanya kami berusaha agar lingkungan pendidikan ini bebas dari paparan Covid-19,” bebernya.

Selama ini mobilisasi di keluarga yang menyebabkan siswa terpapar, jadi bukan klaster sekolah. Untuk itu, ia juga mengimbau kepada orangtua untuk menjaga diri, agar anak-anak ini bebas dari paparan Covid-19. ”Kita tetap fokus dan menggelar belajar tatap muka hingga saat ini. Namun jika nanti ada perubahan kembali kami siap saja,” tutur Hendri. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : tunggul