Nasional

Hub Logistik Hang Nadim dan Batuampar Diyakini Dongkrak Ekonomi Batam

Maket cargo Bandara Hang Nadim Batam. (F. Humas BP Batam untuk Batam Pos)

batampos.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan grand design pembangunan dan pengelolaan pelabuhan kontainer Batuampar dan Bandara Hang Nadim Batam. Dengan dukungan Peraturan Pemerintah (PP) 41 Tahun 2021, diharap Batuampar dan Hang Nadim akan semakin bergairah. Diyakini, pergerakan ekonomi Batam akan seperti tahun 1980-an.

Optimisme itu disampaikan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, baru-baru ini di Gedung Bida Marketing, BP Batam. Rudi menyampaikan optimisme saat menyampaikan grand design pengembangan Pelabuhan Batuampar dan Bandara Hang Nadim. Tidak hanya dua lokasi hub logistik itu, namun pembangunan fasilitas pendukung.

”Jika PP 41 2021 berlaku, maka semua perizinan, akan di BP Batam. Pelabuhan Batuampar dan Bandara Hang Nadim akan bergairah,” kata Rudi optimistis.

Advertisement

Disampaikan, saat PP 41 berlaku, berbagai barang akan mudah masuk Batam. Diyakini, Batam akan menuju era kebangkitan, seperti tahun 1980-an. Dimana, Batam menjadi surga belanja bagi masyarakat Indonesia. Sehingga, ekonomi Batam akan kembali bangkit.

”Barang apapun bisa masuk. Jadi kayak tahun 80-an. Momen ini jangan disia-siakan. Makanya kalau semua barang bisa masuk, para kuliner akan banyak datang ke Batam,” jelas Rudi.

Kepala BP Batam Muhammad Rudi.(Humas BP Batam)

Kebangkitan ekonomi Batam juga akan semakin cepat, dengan dukungan regulasi. Dimana, sesuai aturan terbaru, maka nantinya 67 izin akan ada di (BP) Batam. ”67 perizinan sudah diberikan di BP Batam. Nanti investasi akan semakin banyak masuk ke Batam,” harapnya.

Selain itu, perizinan akan dimudahkan dengan satu pintu. Semua perizinan akan dikendalikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Namun ditegaskan, untuk itu dibutuhkan kesiapan tenaga pegawai di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

”Kita sedang mempersiapkan perizinan di PTSP semua. Kalau di PTSP, semua ditandatangani direktur atau eselon II. Artinya di sana dengan Online Single Submission (OSS), sehingga kemudahan berinvestasi akan membangkitkan ekonomi kita,” sambungnya.

Tidak hanya itu, tenaga di Pelabuhan Batuampar dan Bandara Hang Nadim juga harus siap. Dimana, nantinya diyakini akan banyak barang masuk melalui Pelabuhan Batuampar dan Bandara Hang Nadim. ”Terutama di hub pelabuhan. Harus siap. Semua barang bisa ditumpuk di Batam. Jadi akan ramai dan kembali seperti tahun 80-an nanti,” terangnya lagi.

Demikian dengan Bandara Hang Nadim yang akan dibangun konsorsium PT Angkasa Pura I (Persero), Incheon International Airport Corporation (IIAC), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Dimana konsorsium yang akan mengelola Hang Nadim itu, akan membangun terminal II di bandara.

”Kalau terminal selesai, akan kita bangun mal dan hotel di dekat bandara. Kalau (penumpang) sudah 20 juta per tahun, kita siapkan tempat menginap dan belanja di bandara. Apakah mereka datang hanya menginap atau hanya belanja, kita siapkan dua-duanya,” imbuh dia.

Tidak lupa, Rudi menyampaikan bahwa pengembangan pembangunan itu, menjadi bagian dari pembangunan Batam sebagai kota industri dan investasi. ”Makanya kita bangun kotanya. Kota industri, tapi kotanya juga indah. Makanya kita siapkan bandara. Seperti di bandara ada kuliner, karena akan banyak datang ke Batam,” harapnya.

Untuk Bandara Hang Nadim, pada Juni 2021 nanti, akan dibahas poin pembangunan yang akan dilakukan. Namun, inti dari kerja sama, terkait pembangunan terminal II. Dengan demikian, nantinya, lalu lintas di Bandara Hang Nadim juga akan benahi. Dipisahkan penumpang datang dan berangkat. Kemudian, yang datang dengan kendaraan umum dan pribadi dipisah.

”Terminal II akan dibangun, biaya dari mereka. Kita ingin terminal II mereka bangun, terminal I juga kita bangun. Saya minta semua selesai 2024, karena masa jabatan saya berakhir di situ. Sehingga tidak meninggalkan masalah,” harap Rudi.

Juni, Batuampar Gunakan Crane Otomatis

Khusus untuk Pelabuhan Batuampar, Rudi menjelaskan langkah yang disiapkan. Dimana tahun 2021 ini, kegiatan bongkar muat akan menggunakan crane otomatis. ”Yang jelas, Juni atau Juli nanti, Pelabuhan Batuampar tidak seperti itu alat angkut atau crane-nya. Kita siapkan yang otomatis. Jadi, kapal masuk, tinggal dipindah,” bebernya.

Kemudian pelabuhan akan diperluas, karena kondisi saat ini dinilai tergolong dangkal. Dengan pembenahan di Batuampar, diyakini pendapatan BP Batam akan meningkat. ”Kalau hub di Batuampar, semua terkontrol, maka pendapatan akan besar. Kita berikan dukungan akses ke pelabuhan. Semua perkantoran di pinggir jalan akan dipindah dan jalan diperluas. Sehingga Pelabuhan Batuampar menjadi daerah logistik,” urainya. (*)

Reporter : RIFKI SETIAWAN
Editor : MOHAMMAD TAHANG