Metropolis

Ingat..Ingat, Perusahaan Tidak Boleh Tahan Hak THR Pekerja

Kadisnaker Batam Rudi Sakyakirti, foto sebelum pandemi. (f. Cecep Mulyana/batam pos)

batampos.id- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam menyiapkan layanan pengaduan atau posko tunjangan hari raya (THR) bagi pekerja yang tidak mendapatkan tunjangan keagamaan dari perusahaan.

Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan pembayaran THR paling lambat diterima pekerja 7 hari sebelum perayaan hari raya keagamaan. Perusahaan wajib membayarkan hal karyawan sesuai dengan aturan yang sudah berlaku. “Tidak ada pengecualian. Mau kontrak atau permanen. THR kan sudah ada formulanya. Jadi pengusaha tinggal hitung saja. Harus sesuai dan tidak boleh dicicil. Itu harus saya tegaskan, jangan ada alasan untuk membayarkan hak tunjangan keagamaan pekerja dengan cara dicicil,” tegasnya.

BACA JUGA: Posko THR Kemenaker Catat 776 Laporan Soal THR

Advertisement

Menurutnya, perusahaan harus punya manajemen yang baik. Pembayaran THR ini sebenarnya hausnya direncanakan di awal tahun, dan itu merupakan kewajiban tahunan perusahaan. Sehingga tidak ada alasan untuk menunda, menyicil atau tidak membayarkan.

“Kalau pengaduan itu biasanya yang tenaga kontrak. Karena mereka yang paling banyak tidak mendapatkan haknya selama ini. Sekarang masih sembilan hari jelang lebaran, mungkin dua hari dari sekarang baru bisa terlihat,” ujarnya.

Rudi mengimbau kepada perusahaan, untuk tidak menahan hak karyawan tersebut. Karena hal itu merupakan kewajiban, dan sudah diatur. “Harusnya segera dibayarkan. Karena kalau tidak akan mengganggu jalannya perusahaan nanti. Itu kan hak mereka, jadi sudah seharusnya dipenuhi,” imbuh Rudi. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : tunggul