Nasional

Bambang Widjojanto: Mereka yang Terbukti Tegakkan Marwah KPK Dihabisi!

Puluhan Pegawai KPK Dikabarkan Dipecat

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto alias BW, saat diwawancarai awak media (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

batampos.id – Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengomentari dugaan puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lulus tes seleksi alis status menjadi aparatur sipil negara (ASN) dan dikabarkan akan diberhentikan per 1 Juni nanti. Pria yang karib disapa BW itu menilai, pegawai yang berintegritas justru disingkirkan.

“Pembusukan di KPK makin degil dan bengis. Insan terbaik di KPK tengah disingkirkan,” kata BW dalam keterangannya, Selasa (4/5).

BW memandang, para pegawai yang menegakkan marwah KPK kini disingkirkan dengan alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN). Hal ini merupakan dampak dari berlakunya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

Advertisement

“Mereka yang terbukti menegakkan marwah KPK dihabisi,” ujar BW.

BW menduga, para pegawai KPK yang diduga tidak lulus tes menjasi ASN itu sedang menangani perkara-perkara korupsi besar. Dia menyesalkan munculnya informasi puluhan pegawai yang tak lulus tes menjadi ASN.

“Di ujung Ramadan yang seyogianya kita berharap berkah dan barokah, tapi sebagian insan terbaik KPK justru dihadang kebijakan absurd padahal sedang menangani mega skandal korupsi, seperti misalnya kasus suap bansos Covid-19, suap ekspor benur, e-KTP, suap Tanjungbalai, kasus bos batu bara yang jadi DPO, kasus mafia hukum di pengadilan dan juga penyuapan penyidik KPK yang mulai menyinggung pimpinan parlemen dan salah satu komisioner KPK. Apakah ini, salah satu misi dan sasaran penghancuran KPK?,” cetus BW.

Menurut BW, disingkarkannya para pegawai yang berintegritas itu merupakan proses pembusukan KPK yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur, mulai dari revisi UU KPK, pemilihan pimpinan KPK yang kontroversial, hingga peralihan status pegawai KPK menjadi ASN.

“Keseluruhan proses itu ada di periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Inikah legacy ‘terbaik’ yang akan ditinggalkan beliau untuk diingat sepanjang masa? Saya belum terlalu yakin, tapi banyak fakta yang tak terbantahkan atas sinyal itu,” tandas BW.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal KPK Cahya Harefa mengakui, pada Kamis (27/4) pihaknya telah menerima hasil tes wawasan kebangsaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Seleksi ini merupakan prosedur bagi setiap pegawai KPK untuk menjadi ASN.

“Pada tanggal 27 April 2021 bertempat di Kementerian PANRB, KPK telah menerima hasil Asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dari Badan Kepegawaian Negara,” ucap Cahya.

Dia menyampaikan, hasil tes itu merupakan penilaian dari 1.349 pegawai KPK yang telah mengikuti asesmen tes, sebagai syarat pengalihan pegawai KPK menjadi ASN. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Komisi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Cahya mengklaim, sampai saat ini hasil penilaian asesmen tes wawasan kebangsaan tersebut masih tersegel dan disimpan aman di gedung Merah Putih KPK. Dia berjanji akan mengumumkannya dalam waktu dekat, sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan KPK.

“Kami menegaskan agar media dan publik berpegang pada informasi resmi kelembagaan KPK,” tegas Cahya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan pegawai KPK diduga tidak lolos tes wawasan kebangsaan sebagai syarat alih status pegawai menjadi ASN. Mereka terancam diberhentikan pada 1 Juni mendatang.

“Sekitar 70-80 enggak lolos,” ucap sumber internal.

Adapun nama-nama besar yang dikabarkan diberhentikan dari KPK antara lain penyidik senior KPK Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Herry Muryanto, Direktur Direktur Pembinaan Jaringan Kerja antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) Sujanarko, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Giri Suprapdiono, seluruh kasatgas dari internal KPK, seluruh pengurus inti WP, serta puluhan pegawai KPK yang berintegritas. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim