headline

Belajar Tatap Muka Dihentikan

Kasus Covid-19 Mengganas, Kembali Belajar Daring

Guru SDN 006 Batamkota memberikan mata pelajaran kepada murid-murid pada hari pertama sekolah tatap muka, Senin (22/3). Sekolah tatap muka tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, akhirnya mengambil kebijakan menghentikan semua proses belajar mengajar tatap muka karena penyebaran Covid-19 di Kota Batam kembali mengganas. Rudi tak ingin muncul klaster baru di sekolah sehingga proses belajar mengajar kembali ke sistem daring (online).

”Mau tidak mau kebijakan kembali ke belajar daring kita ambil karena kasus penyebaran Covid-19 semakin meningkat,” tegas Rudi di hadapan jemaah salat tarawih saat Safari Ramadan di beberapa masjid di Bengkong, Senin (3/5) malam.

Rudi menyebutkan, belajar tatap muka akan dihentikan terhitung 8 Mei mendatang hingga batas waktu yang belum ditentukan. ”Bisa sampai Covid-19 selesai,” tegas Rudi.

Advertisement

Rudi juga memastikan akan menindak tegas siapapun yang melanggar protokol kesehatan (protkes). Sebab, meledaknya kembali kasus Covid-19 di Batam disebabkan disiplin menjalankan protkes yang menurun. Ia dan tim dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) akan kembali turun. ”Saya minta semuanya disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya, lagi.

Rudi meyebutkan, hingga 3 Mei 2021, jumlah kasus di Batam sudah menembus 7.399 orang positif. Ada penambahan 76 orang positif pada 3 Mei dari 108 suspect. ”Presiden sudah mengingatkan kita, jangan sampai seperti India. Jangan sampai kasus Covid-19 di Batam sulit tertangani karena banyaknya kasus,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, juga meminta masyarakat Kepri secara disiplin melaksanakan protkes dan mematuhi aturan yang sudah dikeluarkan untuk mengerem laju penyebaran Covid 19 di Provinsi Kepri.

”Kondisi ini harus disikapi dengan serius, tegas, dan penuh kewaspadaan. Meski secara nominal kecil tetapi penyebaran kasus Covid 19 di daerah kita masih cukup tinggi. Kita tidak boleh lengah. Semua harus bekerja dalam melakukan pencegahan,” kata Ansar, Senin (3/5).

Karena itu, Ansar minta Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di kabupaten dan kota, Satgas Daerah Perlintasan serta seluruh elemen masyarakat ikut berjibaku memerangi Covid 19. ”Bahkan unsur pemerintahan yang paling bawah seperti RT dan RW kita minta ikut membantu dalam pencegahan penyebaran Covid-19 dengan usaha yang maksimal,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Ansar juga minta Bupati dan Wali Kota menempatkan Petugas Satuan Tugas Covid-19 di masing-masing tempat peribadatan (masjid, gereja, vihara, kelenteng, pura) dan memastikan terlaksananya protkes secara ketat.

Melakukan patroli keliling secara rutin guna memastikan terlaksananya pembatasan aktivitas masyarakat di tempat dan fasilitas umum pada malam hari. ”Harus dipastikan penegakan protokol kesehatan pada tempat-tempat yang berpotensi terjadi interaksi maupun kerumunan orang seperti pasar, toko swalayan, restoran/rumah makan/kafe, mal atau pusat perbelanjaan, salon/spa, tempat hiburan/pariwisata terlaksana dengan baik. Satgas juga harus bekerjasama dengan pihak pengelola tempat-tempat dimaksud dan melakukan pendisiplinan bagi yang melakukan pelanggaran,” terangnya.

Pendisiplinan tersebut, kata Ansar, dapat berupa pemberian sanksi teguran, pembekuan sementara izin usaha sampai dengan penutupan tempat usaha sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dalam melaksanakan tugas di lapangan, Ansar minta harus melibatkan unsur gabungan yang terdiri atas Satgas Covid-19, Satpol PP, dan unsur TNI-Polri dalam setiap pelaksanaan pengawasan.

Dari catatan Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, total yang terpapar Covid-19 se-Provinsi Kepri sampai kemarin (3/5) sebanyak 11.653 orang atau terjadi kenaikan 154 kasus dibanding hari sebelumnya.

Dari catatan itu, kasus aktif sebanyak 1.454 orang atau bertambah 135 kasus atau naik 12,48%. Sementara yang sembuh sebanyak 9.930 orang dan bertambah 18 orang atau 85,21%. Untuk penderita Covid-19 yang meninggal 269 orang atau 2,31%.

”Penambahan kasus Covid-19 terbanyak hari ini (kemarin, red) di Kota Tanjungpinang dengan 76 kasus baru dari 154 kasus di seluruh Kepulauan Riau,” kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, Arif Fadillah.

Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Kota Batam juga terkonfirmasi cukup tinggi kasus Covid-19 yang terekam kemarin dengan 39 kasus baru. Selebihnya 24 orang di Karimun, 12 orang di Lingga, dan 3 orang di Bintan.

”Pak Gubernur sudah mengeluarkan surat edaran tentang beberapa hal mengenai penegakan disiplin dalam protokol kesehatan agar Covid-19 bisa kita tekan seminimal mungkin. Mari kita patuhi isi surat edaran tersebut demi kebaikan dan kesehatan kita semua,” tutup Arif.

Hinterland pun Kini Diserang Covid-19

Sementara itu, tiga kecamatan di hinterland atau pesisir mengalami peningkatan status akibat pertumbuhan kasus yang terjadi beberapa waktu belakangan ini. Berdasarkan hasil tracing, ada penambahan empat kasus baru.

Camat Belakangpadang, Yudi Admajianto, mengatakan, penambahan kasus memang sedikit mengalami lonjakan. Selama ini Belakangpadang berhasil mempertahankan zona hijau, dan berakhir di zona kuning.

”Kalau melihat peta Covid-19 saat ini sudah masuk zona oranye. Total kasus sebanyak 18 orang untuk saat ini. Makanya perlu peningkatan pengawasan,” ujarnya di Kantor Wali Kota Batam, Senin (3/5).

Pasca-klaster pasar, ada perubahan perilaku masyarakat di Belakangpadang. Seperti berkurangnya perkumpulan di tempat makan. Menurutnya, saat ini kesadaran masyarakat terhadap protkes sudah membaik.

”Tim gugus tugas sudah melakukan tracing untuk kasus baru. Upaya menekan jumlah kasus terus dilakukan. Ia berharap kondisi cepat membaik dan masyarakat kembali sadar dan mematuhi protokol kesehatan, agar penularan bisa ditekan,” harapnya.

Yudi mengakui mobilisasi masyarakat dari Batam ke Pulau Belakangpadang juga menjadi salah satu penyebab. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat yang mau mudik ke Belakangpadang tetap menjalankan protkes seperti menggunakan masker, jaga jarak, hingga menghindari kerumunan.

”Sejak adanya penambahan kasus, memang ada perubahan perilaku. Mereka yang terpapar diminta juga untuk jujur kepada petugas medis, hal ini akan memudahkan dalam tracing nanti,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menambahkan lonjakan kasus tidak hanya terjadi di perkotaan, namun juga pesisir. Untuk itu, langkah dan upaya yang dilakukan tetap sama, tujuannya untuk mengendalikan penyebaran,” sebutnya.

Selama ini, hinterland cukup baik penanganannya, bahkan dipilih sebagai lokasi percontohan penerapan belajar tatap muka di Kota Batam. ”Nanti kami akan rapat bersama camat di hinterland membahas soal ini. Kita semua butuh penanganan lebih cepat agar kasus bisa ditekan,” tegasnya.

3 Hotel Karantina PMI untuk Pengawasan

Pemerintah Kota (Pemko) Batam menjawab keluhan pengusaha perhotelan yang menilai penunjukan dua hotel dan satu cadangan sebagai lokasi karantina mandiri Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan warga negara asing (WNA). Tujuannya, agar memudahkan pengawasan yang lebih ketat.

”Itu (tiga hotel, red) untuk antisipasi kalau lokasi karantina di rusun penuh. Makanya disiapkan tiga hotel untuk memudahkan pengawasan PMI dan WNA,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, Senin (3/5).

Didi yang juga Ketua Bidang Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam menyebutkan, data di lapangan, banyak PMI yang memilih tempat karantina sendiri. Meskipun tiga hotel sudah disiapkan dan direkomendasikan untuk jadi tempat karantina, nyatanya di lapangan banyak hotel yang tetap membuka tempat karantina dan tidak direcokin gugus tugas.

”Di lapangan begitulah hasilnya. Kalau untuk observasi bolehlah mereka di hotel mana saja. Namun kalau untuk karantina ada dua yang disiapkan. Namun faktanya mereka banyak memilih hotel sendiri. Mungkin ini nanti yang dilakukan pengetatan, karena satgasnya sudah ada,” beber Didi usai menghadiri rapat koordinasi (rakor) Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 di Kantor Wali Kota Batam, kemarin.

Selanjutnya, selama rapat, daerah yang menjadi pintu masuk kepulangan PMI diminta mengawasi dan menyiapkan teknis pemulangan PMI. Pembahasan mulai dari kedatangan di Batam, tes PCR (polymerase chain reaction), isolasi hingga pemulangan ke daerah asalnya.

Didi menyebutkan, jumlah PMI yang sudah tiba di Batam sebanyak 781 orang. Dan ditempatkan di tiga rusun di Batam. Pertama Rusun Pemko Batam, Rusun BP Batam, dan Rusun Putera Jaya. Sementara jumlah PMI yang positif sebanyak 69 orang hasil screening pertama dan diisolasi di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang.

Ia menceritakan, proses pengambilan swab PMI. Hari pertama, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang mengambil sampel dan yang memeriksa Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP). Hari kelima, yang mengambil sampel swab Dinkes Batam melalui puskesmas dan rumah sakit, yang memeriksa petugas di RSKI Galang. ”RSKI sudah minta support alat,” katanya.

Untuk PMI diberlakukan pengecualian larangan mudik. Melalui transportasi penerbangan atau pelayaran, PMI tetap bisa dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Didi menambahkan, biaya kepulangan PMI ke daerah asalnya ditanggung oleh PMI sendiri. Mereka diperbolehkan kembali ke daerah asalnya setelah menyelesaikan proses karantina. Sementara yang positif, baru bisa pulang setelah dinyatakan negatif. (*)

REPORTER : YULITAVIA
JAILANI
EDITOR : MOHAMMAD TAHANG