Kepri

Butuh Uang Pecahan, BI Buka 114 Lokasi Penukaran Uang

F. DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS
Seorang karyawan menunjukkan pecahan uang Rp 50 ribu, Selasa (11/5) lalu. jika warga butuh uang pecahan untuk keperluan lebaran bisa menukar di 114 titik penukaran.

batampos.id- Lebaran semakin dekat. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri pun mulai membuka jasa penukaran uang kartal Rupiah. Untuk menjangkau seluruh Kepri, BI Kepri dengan mitra perbankan membuka layanan penukaran di 114 titik penukaran.

BACA JUGA: Ada Uang Baru Pecahan Rp75 Ribu

“Di Batam ada 71 titik, Tanjungpinang ada 27 titik, Tanjung Balai Karimun ada 11 titik dan Natuna di 5 titik. Masyarakat dapat menukarkan uangnya hingga 11 Mei mendatang,” kata Kepala BI Perwakilan Kepri, Musni Hardi, Senin (3/5/2021).

Advertisement
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Musni Hardi. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

Perbankan setempat diminta untuk membantu melayani penukaran kepada nasabah. Adapun besaran penukaran uang per orang dibatasi maksimal Rp 3,8 juta dengan rincian pecahan Rp 20 ribu sampai dengan Rp 1.000 maksimal 1 pak. “Pecahan uang yang dilayani mulai Rp 20 ribu = Rp 2 juta, Rp 10 ribu = Rp 1 juta, Rp 5 ribu = Rp 500 ribu, Rp 2 ribu = Rp 200 ribu dan Rp 1.000 = Rp 100 ribu,” tuturnya.

Untuk tahun ini, BI Perwakilan Kepri menyediakan uang tunai sebesar Rp 1,68 triliun untuk memenuhi kebutuhan perbankan dan masyarakat di Kepri. “Jumlah tersebut meningkat dari realisasi penarikan uang tunai sebesar Rp 1,17 triliun pada tahun sebelumnya,” paparnya.

Musni juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peredaran uang palsu di periode Ramadan hingga Lebaran mendatang. Ia menegaskan, untuk mencegah peredaraan uang palsu (upal) yang diduga sering terjadi di momen hari besar, masyarakat harus waspada.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk mengenali keaslian uang rupiah sehingga bisa membedakan uang asli dan palsu. “Mulai dengan 3D, dilihat, diraba, dan diterawang. Dengan langkah ini, peredaran uang palsu dapat dicegah,” kata dia.

Selain 3D, juga ada 5J yakni, uang jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, jangan dilipat dan jangan dibasahi. Untuk mencegah adanya peredaran upal, Bank Indonesia mengingatkan warga untuk menukarkan uang ke bank. (*)

Reporter : Rifki Setiawan
EDITOR : tunggul