Bintan-Pinang

Dasmiri Agus dan Dodi Sanova Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara, Arif Zailani  selaku Kontraktor Divonis 1 Tahun 3 Bulan

batampos.id – Tiga terdakwa korupsi pengadaan alat praktek otomotif rekayasa Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, yakni pensiunan pegawai Disdik Kepri Damsiri Agus, pegawai Disdik Kepri Dodi Sanova, dan Kontraktor Arif Zailani divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Dalam amar putusannya, ketua majelis hakim M Djauhar menyatakan Dasmiri Agus selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Dodi Sanova selaku Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK), divonis 1 tahun 6 bulan penjara. Sedangkan terdakwa Arif Zailani selaku kontraktor pelaksana pekerjaan, divonis 1 tahun 3 bulan penjara. “Masing masing terdakwa juga didenda Rp 50 juta subsider 2 bulan penjara,” kata hakim, Senin (3/5/021).

BACA JUGA: Kerugian Negara Rp 777 Juta Dikembalikan, Tiga Terdakwa Korupsi di Proyek Dissdik Kepri Dituntut 20 Bulan Penjara

Tiga terdakwa, lanjut hakim, telah melanggar pasal 3 Undang undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Advertisement

Kerugian negara yang ditimbulkan telah dikembalikan oleh para terdakwa saat proses penyidikan tengah berlangsung. “Memerintahkan agar penuntut umum menyetorkan uang tersebut ke kas daerah Pemerintah Provinsi Kepri,” ujar Djauhar.

Menanggapi putusan itu, tiga terdakwa menyatakan pikir pikir. Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menyatakan pikir pikir terhadap vonis majelis hakim.

Sebelumnya diketahui, terdakwa Damsiri selaku PPK dan Dodi selaku PPTK tidak melakukan survei harga dan barang. dua terdakwa justru menerima spesifikasi harga dan barang langsung dari terdakwa Arif selaku kontraktor pelaksanaanya. Arif selaku pihak penyedia barang dan jasa meminjam perusahaan atas nama CV Mandiri Sukses Bersama (MSB). Lantas pemenang tendernya telah ditentukan oleh kedua terdakwa Damsiri dan Dodi yaitu atas nama perusahaan CV MSB tersebut. Sehingga lelang ditutup dan tidak ada yang dapat mengikutinya. Pemenangnya sudah ditentukan dari awal. Tiga terdakwa juga melakukan penggelembungan (mark up) harga dan melakukan pembelian di luar negeri sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 777 juta. (*)

Reporter: Yusnadi
editor: tunggul