Nasional

KKB Ancam Serang Masyarakat Sipil Non Papua

Pasca Pelabelan KKB sebagai Teroris

Dua orang yang diduga anggota KKB naik ke puing pesawat sambil menunjukkan senjatanya. (SEBBY SEMBOM FOR CEPOS)

batampos.id – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) sekaligus teroris terus membahayakan. Pasca pelabelan sebagai teroris, justru KKB memberikan ancaman tidak hanya menyerang TNI dan Polri. Namun, juga penduduk sipil non Papua yang berada di pulau cendrawasih.

Sebenarnya, KKB yang menyerang warga sipil itu sudah terjadi berulang kali. Dari seorang guru, tukang ojek hingga pekerja konstruksi. Yang berbeda, KKB mengklaim bahwa mereka yang diserang merupakan mata-mata TNI dan Polri.

Kali ini ancaman penyerangan tidak perlu menggunakan embel-embel mata-mata. Siapapun dan dimana pun, warga sipil non Papua bisa jadi diserang oleh KKB. Dewan Diplomatik TPNPB-OPM Amatus Akoubo Douw menuturkan, pernyataan ini merupakan respon atas pelabelan pihaknya sebagai teroris. ”justru warga Papua yang menjadi korban teror intimidasi dan genosida selama 60 tahun,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.

Advertisement

Bila intimidasi dan teror itu masih terus dilakukan militer Indonesia. Serta, komunitas tidak ingin ikut campur, maka TPNPB-OPM akan mengumumkan kampanye untumenyerang tidak hanya TNI dan Polri, melainkan juga warga sipil asal Jawa yang menjadi pemukim ilegal di tanah adat Papua,” jelasnya.

Sementara Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, masyarakat di Papua tidak perlu khawatir dengan ancaman dari KKB tersebut. ”Jangan khawatir soal keberada KKB,” terang jenderal berbintang dua tersebut.

Aparat keamanan, lanjutnya, akan memastikan keamanan bagi semua masyarakat. Dari ancaman KKB atau kelompok teroris yang menghantui Papua selama ini. ”Pengamanan dilakukan terhadap semuanya, tanpa memandang identitas dan latar belakang,” ujarnya.

Sementara Pengamat Terorisme Al Chaidar menjelaskan, tentunya perlu mengantisipasi ancaman itu menjadi kenyataan. Satgas Nemangkawi perlu untuk memastikan bahwa warga sipil ini tidak diserang. ”Kalau melihat dari Poso tentunya perlu jaminan seperti penyekatan,” ujarnya.

Dengan penyekatan itu, diharapkan kelompok teroris ini tidak mampu luar dari wilayahnya untuk menyerang masyarakat umum. Walau, terkadang di Poso kelompok MIT beberapa kali sempat menyerang warga. ”Karena itu butuh penyekatan yang efektif,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia resmi memberikan label terhadap KKB sebagai teroris. Pelabelan itu dilakukan pasca KKB semakin berbahaya dan intens menyerang warga. KKB juga berulang kali melakukan pembakaran terhadap gedung sekolah di Papua. (*)

Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO