Ekonomi & Bisnis

Pelaku UMKM Bisa Menggunakan 2-3 Marketplace untuk Berjualan

ILUSTRASI: Pelaku UMKM menggunakan platform digital/ smartphone untuk memasarkan pakaian muslim mereka di DC Mall, Nagoya Batam, Senin 19 April 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Penerapan digital kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) semakin cepat. Salah satunya untuk melakukan transformasi bisnis dari offline ke online, seperti marketplace.

Pada saat ini, rata-rata pelaku UMKM bisa menggunakan 2 hingga 3 marketplace untuk berjualan. Manajer Survei Katadata Insight Center, Vivi Zabkie mengatakan, hal itu berdasarkan survei terhadap 392 UMKM di sejumlah kota di Indonesia, yakni Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Jogjakarta, dan Medan pada periode 24 Maret hingga 9 April 2021.

“Kami menemukan bahwa pada masa pandemi, pelaku UMKM mulai berpindah ke marketplace. Cukup banyak UMKM jadi pemain baru di platform online pada masa pandemi. Dan marketplace adalah pilihan utama mereka ketika masuk ke platform penjualan online,” ujarnya dalam diskusi virtual, Senin (3/5).

Advertisement

Ia memaparkan, terdapat 86 persen UMKM menggunakan 1 hingga 3 marketplace untuk memasarkan produk. Bahkan, sisanya ada yang memanfaatkan 4 hingga 6 marketplace sebagai kanal penjualan. Dorongan UMKM masuk ke platform online sudah terbaca 6 bulan sejak pandemi.

“Dari riset tahun lalu, tren itu sudah terlihat. Salah satunya pemanfaatan platform digital sebagai salah satu upaya bertahan di masa pandemi,” imbuhnya.

Vivi menyebut, survei terbaru menunjukkan bahwa peran marketplace sangat penting dalam membantu UMKM memasarkan produk sehingga mereka bisa bertahan dan berjualan di masa pandemi (77 persen). Marketplace juga memiliki banyak program promo (gratis ongkir, cashback dan diskon) sehingga mampu menjadi daya tarik bagi konsumen untuk berbelanja di toko online milik UMKM (72 persen).

Selain itu, marketplace dinilai aman untuk bertransaksi (69 persen) dan mudah digunakan atau user friendly (66 persen). Berikutnya, marketplace dianggap berperan dalam memberi edukasi lengkap kepada UMKM tentang cara berjualan online (55 persen) sehingga membantu penjualan produk UMKM ke ranah ekspor.

Tak kalah penting, lanjutnya, adanya pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini membuat marketplace berperan besar dalam membantu bisnis UMKM tetap bertahan. Dari skala 1 sampai 10, responden UMKM memberi nilai 9 atau sangat setuju bahwa marketplace telah membantu memperluas jaringan bisnis dan memicu tumbuhnya bisnis baru.

Responden juga memberi nilai 8 atau setuju bahwa marketplace membantu UMKM bertahan serta mendukung keberlangsungan UMKM Indonesia pada masa pandemi. “Platform digital menjawab tuntutan konsumen di masa pandemi yang mewajibkan mereka tak banyak bepergian, tetap berada di rumah serta menjaga jarak. UMKM menyadari adanya tren peralihan konsumen ke belanja digital. Maka marketplace akhirnya menjadi tempat yang diandalkan untuk mempertemukan UMKM dengan konsumen,“ tuturnya.

Ia memaparkan lebih jauh, dari hasil survei juga terungkap bahwa sebanyak 82 persen responden UMKM menggunakan Shopee sebagai tempat menjual dan memasarkan produk secara online, kemudian 64 persen responden menggunakan Tokopedia, Bukalapak 28 persen, Lazada 22 pesen, Blibli 15 persen dan lainnya 9 persen.

“Berdasarkan survei, platform marketplace dirasakan sangat membantu usaha para UMKM yang terpukul pandemi Covid-19. Para UMKM merasa aman melakukan aktivitasnya melalui platform digital,” ungkapnya.

Hal ini tercermin pada hasil survei terhadap responden dari masing-masing UMKM pengguna platform yang menunjukkan tingginya rasa aman, khususnya untuk dua marketpace terbesar yakni Shopee (92 persen) dan Tokopedia (72 persen), diikuti Bukalapak (35 persen), Lazada (36 persen) dan Blibli (40 persen).

BACA JUGA: Ada 4,8 juta UMKM Merambah ke Platform Digital melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia

Sementara, untul program promo, seperti gratis ongkir, cash back dan diskon untuk meningkatkan pembelian dari masing-masing UMKM yang menggunakan marketplace, sebanyak 89 persen UMKM pengguna Shopee merasakan hal ini, diikuti 45 persen UMKM pengguna Tokopedia, 17 persen UMKM pengguna Lazada, 11 persen UMKM pengguna Bukalapak dan 12 persen UMKM pengguna Blibli.

Sedangkan dalam hal membantu memasarkan produk atau toko dengan baik, 85 persen UMKM yang menggunakan Shopee merasakan manfaat ini, diikuti 53 persen UMKM yang menggunakan Tokopedia, 33 persen UMKM pengguna Lazada, 17 persen UMKM pengguna Bukalapak dan 12 persen UMKM pengguna Blibli.

“Dengan beragam temuan tersebut dapat diketahui bahwa kehadiran marketplace di Indonesia secara umum telah memberi beragam manfaat bagi UMKM, yakni memperluas jaringan usaha (72 persen), mempermudah interaksi dengan pelanggan secara online (65 persen) hingga mempermudah ekspor (19 persen),” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung