Metropolis

Penuhi Syarat, PMI Diperbolehkan Pulang

Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan

batampos.id- Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan mengatakan proses pemulangan PMI ke daerah asal sudah mulai berlangsung. Kepulangan PMI dilakukan melalui darat dan udara. “Besok (Rabu, 5/5/2021) sudah pada pulang menggunakan KM Kelud, kebetulan ada jadwalnya, jadi mereka yang sudah menyelesaikan masa karantina dan dinyatakan negatif sudah boleh kembali ke daerah asalnya,” kata dia usai menghadiri Rapat Koordinasi Bersama Tokoh Agama di Panggung Dataran Engku Putri, Selasa (4/5/2021).

BACA JUGA: April, Rata-Rata 35 Orang Terpapar Covid Tiap Hari

Sigit mengungkapkan PMI melakukan pemesanan tiket mandiri. Mereka bebas memilih moda transportasi untuk kepulangan ke daerah asal. Menurut informasi, mereka sudah berburu tiket kapal dan pesawat. Dari data sementara, 218 orang TKI yang sudah melakukan swab PCR dan hasilnya negatif. “Saat ini semua TKI tersebut tengah melakukan swab PCR kedua di tempat karantina,” sebutnya.

Advertisement

Saat ini pihaknya terus mendata jumlah PMI yang akan dipulangkan dalam waktu dekat ini baik melalui pelabuhan maupun bandara. PMI yang memenuhi syarat diperbolehkan pulang ke daerah asalnya. “Mereka banyak yang berharap bisa pulang secepatnya, walaupun ada pengecualian untuk kepulangan PMI selama masa penutupan moda transportasi,” ucapnya.

Data sementara sudah ada 218 PMI yang melakukan tes PCR dan hasilnya negatif, dan menunggu jadwal pemulangan. Sigit menambahkan kepulangan PMI ini juga berdampak terhadap kapasitas tempat karantina. “Kalau ada yang pulang, tentu tempat karantina lowong. Sehingga bisa diisi calon PMI yang akan kembali melalui Batam,” ujarnya.

Sejumlah tempat karantina untuk menampung PMI sudah tersedia, di antaranya tersebar di rusun milik BP Batam dan Pemko Batam. Sementara, PMI yang dinyatakan positif dirawat di RSKI Covid-19 Galang.

“Total TKI yang pulang melalui Batam ada sekitar 953 orang. Sebagian sudah pulang ke daerahnya, sisanya masih melakukan karantina,” jelas pria berkacamata itu.

Selain itu, Sigit menjelaskan aturan karantina selama lima hari dan swab dua kali juga berlaku bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang pulang melalui Batam. Mereka tersebut diwajibkan melakukan karantina mandiri dengan anggaran pribadi.

“Baik PMI maupun WNI aturannya tetap sama. Ada enam hotel yang siap menampung jika mereka ingin karantina mandiri,” jelas Sigit.

Rudi Minta Penanganan PMI Diserahkan ke Pemprov
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Muhammad Rudi mengatakan saat ini untuk penanganan PMI yang masuk melalui Batam, masih ditanggulangi Pemko Batam. “Anggaran masih ditanggung Pemko Batam. Masih menunggu dari Pemprov Kepri belum turun-turun. Anggaran cukup besar karena prosedurnya tidak mudah dicairkan,” jelas Rudi.

Ia meminta Dinas Kesehatan Kota Batam untuk turun mengecek kesehatan para PMI yang pulang ke daerahnya masing-masing meskipun sudah dinyatakan negatif PCR. “Waktunya PMI pulang, tolong diperiksa mereka. Karena mereka harus dikembalikan ke daerah asalnya,” tegas Rudi.

Selain itu, Rudi juga mengusulkan bahwa penanganan PMI sebaiknya diserahkan ke Pemerintah Provinsi Kepri. Sementara, yang lokal terkena Covid-19 ditanggani Pemko Batam. “Kita minta kalau PMI ini diserahkan ke Pemprov. Yang lokal baru kami yang tangani. Karena RSKI Covid-19 Galang sudah full tidak dapat menampung lagi,” harap Rudi.

Sebelum ke Indonesia, PMI Tak Ada Tes PCR di Johor
Selain itu Rudi juga mengeluhkan tidak adanya tes PCR yang dilakukan pemerintah Johor, Malaysia saat proses pemulangan PMI atau WNI bermasalah, sehingga dibutuhkan pengawasan yang ketat soal ini.

Pernyataan terkait TKI tanpa PCR di Malaysia, dibenarkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Ismoyo. “Di Johor ada kebijakan yang diterapkan negara tetangga. Waktu masuk ke sana, wajib PCR. Tapi keluar dari sana tidak wajib PCR,” ujar Ismoyo.

Untuk itu, petugas Imigrasi di pintu masuk dari Malaysia, lebih berhati-hati dan ketat dalam penangan Covid-19 di sana. Sementara khusus untuk warga India, sebagaimana ketentuan saat ini, tidak diberikan visa masuk Batam.

“Termasuk menolak orang yang dalam 14 hari punya jejak perjalanan ke India. Sampai sekarang, belum ada yang masuk Batam, lewat Malaysia dan Singapura. Ada kemarin, tapi itu dari Jakarta,” tutupnya. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : tunggul