Karimun

Tambah 24 Kasus Baru Covid, RSUD M Sani, Karimun sudah Penuh

Rachmadi (f.sandi/batampos.id)

batampos.id – Salah satu persoalan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Karimun terkait terus bertambahnya kasus posotif Covid-19 di Kabupaten Karimun adalah ruang perawatan. Sebab, ruang perawatan yang menjadi rujukan terbatas.

BACA JUGA: Warga Batam Terpapar Covid di Kapal, Diisolasi di LPMP, Bintan

”Persoalan yang muncul ketika jumlah warga yang positif Covid-19 terus bertambah adalah ruang perawatan. Untuk saat ini, lantai 6 di RSUD M Sani sudah penuh. Kapasitasnya hanya untuk 30 orang. Dan, itu pun diperuntukkan bagi pasien sakit atau bergejala,” ujar Juru Bicara Tim Penanganan Covid-19 Kabupaten Karimun, Rachmad,  Senin (3/5/2021).

Advertisement

Kemudian, lanjutnya, Puskesmas Meral Barat juga terbatas. Hanya mampu merawat 20 orang. Namun, yang dirawat di Puskesmas Meral Barat hanya pasien positif tanpa gejala atau tidak berpenyakit. Dan, saat ini kondisi di sana (Puskesmas Meral Barat, red) sudah merawat 18 orang. Artinya, ditambah dua orang lagi kondiosinya sudah penuh. Kemudian, untuk Rumah Sakit akti Timah kapasitasnya lebioh minim lagi. Yakni, hanya mampu 6 orang.

Kemudian, untuk klinik kita masih menunggu konfirmasi dari manajemen klinik yang ada di Karimun bersedia atau tidak.
”Yang jelas, laporan hari ini (kemarin, red) yang kita terima dari BTKLPP adanya penambahan kasus positif Covid-19. Penambahannya sebanyak seayak 24 kasus baru, sehingga, jumlah sementara positif Covid-19 menjadi 136 orang. Artinya, dari jumlah yang positif tersebut sudah tentu tidak semua bisa masuk ke ruang isolasi di rumah sakit atau Puskesmas Meral Barat. Melainkan, isolasi mandiri di rumah,” jelasnya.

Dikatakannya, sebelum isolasi mandiri di rumah tim kesehatan atau surveilen akan melakukan pemeriksaan. Layak atau tidak rumah pasien untuk dijadikan lokasi isolasi mandiri. Karena, jangan sampai pasien isolasi mandiri menimbulkan klaster baru di lingkungan rumah tangga atau lingkungan tempat tinggal. (*)

Reporter: Sandi
editor: tunggul