Metropolis

Batam Masuk Zona Oranye Covid, Pekerja di Perusahaan mulai terpapar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi. ( F Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos.id– Ketua Bidang Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi mewaspadai penyebaran Covid-19 selama masa pra mudik, mudik, hingga pasca mudik. Meskipun ada pengetatan dan larangan mudik, ada ribuan orang juga yang meninggalkan Kota Batam.

BACA JUGA: Jangan Kaget Ada Tim Gugus Penanganan Covid Turun ke Pusat Keramaian

“Kalau melalui mobilisasi ini bisa jadi penyebab penyebaran. Makanya kalau bisa dibatasi itulah yang paling bagus. Karena saat ini saja lonjakan kasus cukup signifikan,” ujarnya, Rabu (5/5). Mengenai potensi penyebaran Covid-19 melalui mobilitas ini bisa ditekan asalkan penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik. Karena sesuai aturan jumlah penumpang dalam armada hanya 50 persen dari total kapasitas keseluruhan.

Advertisement

“Sebenarnya kalau kita pakai masker saja masih ada potensi 1 persen terpapar, apalagi melalui aktivitas mobilitas ini. Kalau mereka tak menerapkan Protkes sesuai aturan maka penyebaran bisa ditekan,” paparnya.

Saat ini Batam berada dalam zona oranye, pembatasan kegiatan, hingga menutup rumah ibadah, pusat keramaian, hingga sekolah harus dilakukan. Untuk itu, agar kasus bisa ditekan, salah satu yang bisa dilakukan adalah membatasi mobilitas. “Sekolah kan sudah mulai daring kembali, kalau yang lain menyesuaikan sesuai dengan arahan pimpinan,” sebutnya.

Adanya larangan mudik lokal ini diharapkan bisa mengendalikan penyebaran Covid-19. Masyarakat diminta untuk menunda mudik dan memilih bertahan dalam kota. ”Termasuk antar kota. Semua sudah ada edarannya. Jadi mohon dipatuhi. Kondisi memang masih belum kondusif,” ujar Didi. Ia menambahkan perkembangan kasus Covid-19 di empat bulan terakhir mencapai rekor tertinggi, terutama di bulan April. Berdasarkan data sejak empat bulan terakhir jumlah kasus sudah bertambah mencapai 1.774.

Didi menyebutkan, beberapa pekerja di perusahaan juga kembali terpapar. Tim medis sudah melalukan tracing dan untuk pekerja yang positif sudah dilakukan penanganan. ”Sudah ditangani, dan jumlahnya tak banyak. Kemarin ada informasi ribuan dan itu tidak benar, sudah kami pastikan ke perusahaan langsung,” tutupnya. (*)

Reporter : YULITAVIA
Editor : tunggul