Bintan-Pinang

Gawat, Lokasi Karantina Covid-19 di Bintan dan Batam Penuh

Para pekerja migran yang ditempatkan di rusan pemko tanjunguncang diawasi petugas. PMI ini dikarantina menunggu dipulangkan ke daerah asal. (f.dalil/batampos.id)

batampos.id-Pemerintah Provinsi Kepri mulai menentukan lokasi tambahan untuk tempat isolasi atau karantina bagi masyarakat Provinsi Kepri. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan salah satu lokasi yang menjadi alternatif adalah Hotel Sahid, Bintan. Ia berharap penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri mereda beberapa waktu ke depan.

“Kita sudah menyiapkan lokasi alternatif, apabila lokasi isolasi pasien Covid-19 di Pulau Bintan penuh. Salah satunya adalah Hotel Sahid, Bintan,” ujar Gubernur Ansar di Kantor DPRD Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Selasa (4/5/2021).

BACA JUGA:v 61 PMI yang Dikarantina di Rusunawa BP dan Pemko Batam Terkonfirmasi Positif Covid-19

Advertisement
Ansar Ahmad

Menurut Ansar, penambahan jumlah kasus Covid-19 di Provinsi Kepri belakangan ini bukan hanya dari penularan lokal saja. Namun Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga turut mempengaruhi. Ditegaskannya, pengetatan protokol kesehatan dan pemberian sanksi bagi warga yang melanggar adalah untuk untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat.

“Kuncinya adalah dengen meningkatkan kesadaran dan memprioritaskan penerapan protokol kesehatan,” tegas Gubernur.

Di tempat yang sama, Ketua Harian Satgas Penangan Covid-19 Provinsi Kepri, TS. Arif Fadillah menambahkan, lokasi karantina untuk pasien Covid-19 di Batam dan Pulau Bintan sudah mulai penuh. Baik yang berada di rumah sakit maupun lokasi isolasi di luar rumah sakit yang sudah ditetapkan. Ia menghimbau masyarakat di Batam dan Tanjungpinang untuk hati-hati.

“Khusus untuk Tanjungpinang dan Batam harap berhati-hati. Karena kasus di daerah ini terus bertambah,” ujar Arif Fadillah.

Sementara itu, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak mengatakan tindakan yang dilakukan Pemprov Kepri melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sudah bagus. Namun demikian ada yang harus diperkuat, yakni dengan melibatkan banyak pihak sebagai Satgas. Misalnya di Gereja, pendeta masuk Satgas. Kemudian di Masjid, Imamnya juga masuk dalam barisan Satgas.

Jumaga Nadeak (f.cecep/batampos.id)

“Begitu juga di Mal atau pusat perbelanjaan, pengelolanya masuk barisan Satgas. Dengan langkah ini, saya yakin bisa kita perkuat pencegahan,” ujar Jumaga Nadeak, kemarin di Tanjungpinang

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengatakan, belakangan ini memang kasus Covid-19 di Provinsi Kepri terus bertambah. Begitu juga jumlah warga yang meninggal disebabkan Covid-19 juga turut meningkat. Ia berharap jangan sampai terjadi los kontrol yang berdampak pada semakin masifnya penyebaran Covid-19. Menyikapi hal itu, ia mengajak masyarakat Kepri untuk patuh dan sadar terhadap penerapan protokol kesehatan.

“Covid-19 belum berakhir, jangan abai. Ikhitiar yang harus kita lakukan adalah memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan,” jelas Jumaga.

Seperti diketahui, berdasarkan sata Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, per 3 Mei 2021 tercatat ada 11.653 kasus Covid-19 di Provinsi Kepri. Adapun kasua aktif dari jumlah tersebut sebanyak 1.454. Sedangkan jumlah pasien Covid-19 yang sembuh tercatat 9.930 orang. Sementara jumlah pasien meninggal disebabkan Covid-19 sebanyak 269 orang. (*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul