Covid-19

Kemenag Awasi Prokes di Rumah Ibadah

Bantu Tekan Penyebaran Covid-19

Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Mahbub Daryanto memimpin rapat virtual tentang pengawasan prokes Covid-19 di rumah ibadah sebagai tindaklajut terhadap Surat Edaran Menteri Agama, Selasa (4/5). (F. Humas Kanwil Kemenag Kepri)

batampos.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kepri turut mengawasi penerapan protokol kesehatan (prokes) di setiap rumah ibadah. Selain menindaklajuti araham Menteri Agama, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri menjadi lebih masif.

“Dalam waktu sebulan terakhir ditemukan adanya pelanggaran terhadap Surat Edaran Menteri Agama Rl Nomor 4 Tahun 2021 tentang Panduan lbadah Ramadan dan ldul Fitri Tahun 1442 H/2021 di beberapa daerah,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kepri, Mahbub Daryanto, Selasa (4/5) di Tanjungpinang.

Dijelaskannya, untuk memberikan pemahaman tentang penerapan prokes di setiap rumah ibadah, Kanwil Kemenag Provinsi Kepri menggelar sosialisasi khusus melalui rapat secara virtual, Selasa (4/5). Adapun rapat tersebut dipimpin langsung olehnya. Dikatakannya, ada beberapa poin penting yang ia tegaskan dalam kegiatan tersebut.

Advertisement

Karena saat ini ada beberapa daerah di Provinsi Kepri yang mendekati zona merah, Tanjungpinang, Batam, dan Bintan. Sedangkan Karimun, Lingga, Natuna dan Anambas berada di Zona Kuning. Menyikapi kondisi tersebut, ia meminta seluruh jajarannya bersama-sama melakukan pengawasan dan pemantauan lapangan secara maskimal dengan melibatkan para Penyuluh Agama dan KUA Kecamatan.

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kepolisian dan Satgas Penanganan Covid-19 dalam rangka antisipasi dan mitigasi serta melindungi warga dari potensi penyebaran Covid-19 dalam kegiatan masyarakat di bulan Ramadan dan Hari Raya ldul Fitri 1442 H. Ditegaskannya, segala upaya harus dilakukan bagi menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi Kepri.

“Awasi dan laporkan secara real time. Penyuluh agama dan KUA harus ikut mengawasi, bagi tim untuk mengawasi minimal 8 orang di masing-masing masjid mulai malam ini (tadi malam,red),” tegasnya.

Dikatakannya juga, dalam rapat, Tenaga Ahli Menteri Agama, Hasan Basri Sagala menyampaikan, Kementerian Agama diminta untuk melakukan pengawasan ketat dan terukur tentang pelaksanaan ibadah Ramadan dan Hari Raya ldul Fitri 1442 H. Karena protokol kesehatan saat ini belum berjalan dengan maksimal.

“Untuk itu Kanwil Kemenag Kepri diminta melaksanakan 3 KO, yaitu koordinasi, kolaborasi dan koordinasi. 3 KO harus bekerjasama dengan Kepolisian dan Tim Gugus Tugas Covid-19 di Kepulauan Riau agar kluster rumah ibadah bisa dikurangi dan tidak terjadi lagi,” tegasnya lagi.

Ditambahkannya, hasil survey terakhir 20-30 persen masyarakat tidak percaya adanya Covid 19 sehingga protokol kesehatan menjadi longgar. Ia mengatakan sebelum terjadinya kluster baru perlu ada pengawasan dan evaluasi pelaksanaan protokol kesehatan khususnya di masjid-masjid. Atas dasar itu, ia mengharapkan kerjasama pengurus masjid atau rumah ibadah untuk membantu meningkatkan disiplin protokol kesehatan.

“Kunci untuk kita mencegah penyebaran Covid-19 menjadi lebih masif adalah dengan meningkat kesadaran bersama. Salah satunya adalah disipilin terhadap protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” tutup Mahbub Daryanto.

Kegiatan rapat khusus tentang penerapan prokes di rumah ibadah tersebut tersebut diikuti oleh Tenaga Ahli Menteri Agama, Hasan Basri Sagala, pejabat Eselon III Kanwil Kemenag Kepri, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/kota, Kepala KUA/Penghulu, Kepala Madrasah, Dan Para Penyuluh se Provinsi Kepri. (*)

Reporter : JAILANI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO