Bintan-Pinang

Kepesertaan Nelayan dan Usaha Mikro Jadi Target Bpjamsostek 

Bpjamsostek Tanjungpinang bersama Kejari Tanjungpinang dan Bintan komitmen gesa kepesertaan pelaku usaha mikro dan pekerja mandiri untuk mendapatkan jaminan perlindungan sosial, Selasa (4/5/2021) (f. Okta /batampos.id)

batampos.id– Kepesertaan sektor usaha mikro dan pekerja mandiri menjadi fokus Bpjamsostek Tanjungpinang bersama kejaksaan dalam implementasi instruksi presiden (inpres) nomor 2 tahun 2021. Kepala Bpjamsostek Tanjungpinang, Sri Sudarmadi menjelaskan pelaku usaha mikro yang dimaksudkan seperti para pedagang pasar sedangkan pekerja mandiri seperti pekerja nelayan yang saat ini jumlahnya cukup banyak dan membutuhkan kehadiran negara dalam memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan. “Sekarang yang jumlanya sangat banyak dan paling butuh adalah sektor usaha mikro dan mandiri,”kata Sudarmadi, Rabu (5/5/2021).

BACA JUGA: BPjamsostek Tekankan Penerapan K3 Bagi Perusahaan di Kepri

Saat ini Sudarmadi mengakui kepesertaan pelaku nelayan di Bintan, pedagang kios di pasar, atau pekerja harian seperti tukang ojek masih sangat minim padahal yang bersangkutan sangat membutuhkan jaminan sosial karena sekaligus sebagai tulang punggung keluarganya. “Jika terjadi sesuatu pada mereka ini maka ekonomi keluarga juga akan terdampak,”ujarnya.

Advertisement

Untuk kepesertaan pekerja nelayan saat ini di Tanjungpinang dan Bintan masih terbilang kecil,  berbeda dengan Lingga dan Anambas kepesertaannya sudah cukup banyak yang terdaftar termasuk pekerja rentan seperti pedagang. “Kalau di Anambas sudah banyak yang kita ikutkan dan itu dibantu subsidi oleh pemerintah,” sebutnya.

Sudarmadi menjelaskan walaupun di Tanjungpinang dan Bintan belum ada subsidi untuk kedua sektor tersebut dan harus menggunakan biaya mandiri, namun nominal iuran saat ini juga tidak begitu memberatkan pelaku usaha mikro dan para nelayan. “Untuk kepesertaan kita itu hanya Rp 16.900 artinya untuk nelayan cukup sisihkan satu ikan tongkol,”katanya mencontohkan.

Kepesertaan mandiri itu, Sudarmadi menegaskan sangat layak untuk perlindungan kerja di laut yang resikonya dinilai cukup tinggi. Jika masyarakat menyadari kepesertaan ini sangat membantu. “Sekurang-kurangnya keluarga ahli waris bisa aman jika terjadi hal buruk pada tulangpunggung keluarganya, bahkan jika meniggal dunia ada beasiswa yang bisa didapatkan untuk dua anaknya hingga selesai kuliah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kajari Tanjungpinang, Joko Yuhono mengatakan pihaknya tentu bersedia memberi dukungan dalam peningkatan kepatuhan kepesertaan terutama pengawasan di badan usaha. “Tindaklanjutnya setelah ini akan kita persiapkan langkah-langkah untuk memaksimalkan kepesertaan pekerjaan di badan usaha,” tambahnya. (*)

Reporter : Peri Irawan
editor: tunggul