Bintan-Pinang

Mudik Antarpulau di Kepri juga Tidak Bisa, Gubernur Anulir Kebijakan Mudik Lokal

Ansar Ahmad

batampos.id-Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menganulir atau membatalkan kebijakan mudik lokal lebaran Idul Fitri 1442 H/ 2021 M antardaerah di Provinsi Kepri terhitung 6-17 Mei 2021. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan hasil rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (4/5/2021) sore lalu.

BACA JUGA: Amsakar: ASN Pemko Batam Tak Boleh Mudik, Warga Diimbau Patuhi juga Larangan Mudik 

“Kita putuskan tak ada kegiatan mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H/ 2021 M, termasuk mudik lokal antarpulau di Provinsi Kepri. Larangan mudik juga mempertimbangkan kondisi kasus Covid-19 di Provinsi Kepri yang cenderung naik belakangan ini,” ujar Gubernur Ansar.

Advertisement

Dijelaskan Gubernur, kebijakan yang dibuat pihaknya juga sesuai kebijakan nasional, bahwa Pemerintah Daerah dan Pusat senada soal larangan mudik guna mencegah penyebaran Covid-19 menjadi lebih masif. Lebih lanjut katanya, meskipun kegiatan mudik tidak diperbolehkan, namun kapal cepat antar kabupaten/kota tetap beroperasi khusus mengangkut penumpang dengan pengecualian tertentu.

“Antara lain untuk keperluan mengunjungi keluarga sakit atau meninggal, ibu hamil, dan kegiatan pemerintahan,” jelasnya.

Ditegaskannnya, pengecualian tersebut harus harus dilengkapi hasil negatif Covid-19. Baik itu GeNose maupun PCR Antigen. Kemudian untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menyertakan surat tugas khusus. Sementara untuk masyarakat umum harus surat keterangan RT/RW hingga kelurahan.

Lebih lanjut, Ansar memastikan Satgas Covid-19 bersama aparat keamanan TNI/Polri akan menjaga ketat tiap-tiap pintu pelabuhan keberangkatan penumpang antarpulau untuk mengantisipasi warga nekat mudik tanpa keperluan mendesak. Mantan Bupati Bintan tersebut mengimbau masyarakat merayakan lebaran tanpa bersilaturahmi tatap muka, melainkan secara virtual guna meminimalkan kerumunan.

“Sekali lagi kita mengingatkan, bahwa Covid-19 belum berakhir. Maka dari itu sama-sama kita perkuat disiplin dalam menegakan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas,” tutup Gubernur.

Sementara itu, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak mengatakan tindakan yang dilakukan Pemprov Kepri melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sudah tepat. Namun demikian ada yang harus diperkuat, yakni dengan melibatkan banyak pihak sebagai Satgas. Misalnya di Gereja, pendeta masuk Satgas. Kemudian di Masjid, Imamnya juga masuk dalam barisan Satgas.

“Begitu juga di Mall atau pusat perbelanjaan, pengelolanya masuk barisan Satgas. Dengan langkah ini, saya yakin bisa kita perkuat pencegahan,” ujar Jumaga Nadeak.

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengatakan, belakangan ini memang kasus Covid-19 di Provinsi Kepri terus bertambah. Begitu juga jumlah warga yang meninggal disebabkan Covid-19 juga turut meningkat. Ia berharap jangan sampai terjadi los kontrol yang berdampak pada semakin masifnya penyebaran Covid-19. Menyikapi hal itu, ia mengajak masyarakat Kepri untuk patuh dan sadar terhadap penerapan protokol kesehatan. “Covid-19 belum berakhir, jangan abai. Ikhitiar yang harus kita lakukan adalah memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan,” jelas Jumaga.(*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul