Nasional

Polisi Ultimatum Warga yang Nekat Mudik: Tak Usah Coba Berspekulasi!

Ilustrasi. Calon penumpang melakukan check-in di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (4/5). Menjelang hari raya Idulfitri arus mudik penumpang di bandara mengalami lonjakan. Muli 6 hingga 17 Mei mendatang, mudik dalam bentuk apapun, baik mudik lokal maupun antar wilayah dilarang selama masa peniadaan mudik. (F. Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Larangan mudik pada periode libur Hari Raya Idul Fitri 2021 akan dimulai pada dini hari nanti. Polda Metro Jaya mengeluarkan ultimatum tegas kepada warga agar tidak memaksakan mudik.

“Operasi Ketupat ini sudah dilarang mudik, tidak usah coba-coba spekulasi, dia mengatakan akan tembus nantinya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (5/5).

Yusri menuturkan, jajarannya sudah membuat rencana matang untuk penyekatan mudik. Semua jalur-jalur tikus yang berpotensi dilalui oleh pemudik akan dijaga oleh petugas.

Advertisement

“Kami sudah evaluasi, belajar dari tahun kemarin atau beberapa pos-pos jalur tikus yang kemarin sempat bocor, sekarang ini sudah kita tempatkan pos-pos pengamanan, kita bangun di sana. Tidak usah berspekulasi,” jelasnya.

Selain itu, Yusri juga mengingatkan terhadap oknum-oknum travel gelap agar tidak berbuat nakal tetap mengangkut pemudik. Mereka yang kedapatan melakukan itu akan dikenakan sanksi tegas.

“Untuk yang travel-travel saya ingatkan lagi, yang bodong-bodong, travel gelap kami akan lakukan penindakan secara tegas setiap menemukan. Saat ini sudah ratusan yang kita amankan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa mudik Idul Fitri 2021 ditiadakan. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Indonesia yang kian meluas pascalibur panjang.

Hal ini telah dirundingkan dalam rapat bersama kementerian terkait pada 23 Maret lalu. Kemudian, hasil ini juga telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sesuai arahan presiden dan koordinasi keputusan rapat tingkat menteri yang dilaksanakan 23 Maret 2021 di Kantor Kemenko PMK yang dipimpin Menko PMK, serta hasil konsultasi dengan presiden maka ditetapkan bahwa 2021 mudik ditiadakan,” jelas dia dalam Telekonferensi Pers, Jumat (26/3).

Kata dia, hal ini berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri dan seluruh masyarakat. Dia juga menuturkan bahwa langkah ini diambil dalam rangka upaya vaksinasi yang dilakukan bisa maksimal sesuai dengan yang diharapkan.

“Larangan mudik akan dimulai dari tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021, dari tanggal itu diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan daerah kecuali keadaan mendesak dan perlu,” tegasnya. (*)

Sumber : JP Group
Editor : Jamil Qasim