Nasional

Gus Miftah Hingga Yusuf Mansur Berduka Atas Wafatnya Ustaz Tengku Zulkarnain

Ustaz Tengku Zulkarnain. (tangselpos/jpg)

batampos.id – Dunia pendakwah Tanah Air berduka. Penceramah Ustaz Tengku Zulkarnain dikabarkan meninggal dunia di RS Prof Thabrani, Pekanbaru, Riau, Senin (10/5) pukul 18.40 WIB akibat Covid-19.

Adapun, sebelum dinyatakan positif, Tengku Zulkarnain melakukan safari dakwah dan mengaji di wilayah Riau. Setelah melakukan kegiatan tersebut, Tengku Zulkarnain pun menjalani swab PCR di RS Tabrani pada 2 Mei dan dinyatakan positif Covid-19. 8 hari berselang, almarhum pun meninggal dunia.

Kabar ini pun langsung mendapatkan respon dari pendakwah lainnya. Mulai dari Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah hingga Yusuf Mansur.

Advertisement

Pertama dari Gus Miftah, ia berdoa agar semua amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT. Ia begitu terpukul mendengar kabar itu.

“Innalillahi wa innailahi rojiun. Minta doa terbaik untuk tuan guru Tengku Zulkarnain. Allah teruma semua amal ibadahnya dan diampuni dosa-dosanya, semoga khusnul khotimah. Al-fatihah,” ungkap dia dalam akun Instagram @gusmiftah yang dikutip JawaPos.com, Senin (10/5).

Kemudian, ungkapan duka juga disampaikan oleh Ustaz Das’ad Latif di akun @dasadlatif1212. “Selamat jalan Tuan Guruku. Inna lillahi waa inna ilaihi rojiun,” tuturnya.

Kemudian, Ustaz Abdul Somad turut berduka atas kepergian Tengku Zulkarnain. Ia mengenal sosok Tengku Zulkarnain sebagai pria yang tidak memiliki rasa takut, khususnya dalam berdakwah.

“Selama aku mengenal engkau, kesanku, tak ada takut dalam dirimu. Takutmu, engkau habiskan hanya untuk Allah,” terangnya di akun Instagram @ustadzabdulsomad_official.

Pertemuan terakhirnya adalah ketika keduanya berada di Pondok Pesantren Perguruan Diniyyah Puteri, Padang Panjang, Sumatera Barat. Di mana, almarhum menceritakan tentang pondok Tahfizh Qur’an yang ia bangun di Medan.

“Entah apa amal engkau guru, hingga doa kami kalah ingin berhariraya denganmu, Allah dan para malaikat-Nya lebih memilihmu untuk berada di tengah mereka pada hari besar itu. Engkau benar-benar kembali ke fitrah. Doakan kami supaya istiqomah. Makin sunyi jalan ini ku rasa,” kata dia.

Sementara itu, Ustad Yusuf Mansur juga sempat menanyakan kebenaran apakah almarhum benar terkena Covid-19 atau tidak melalui pesan WhatsApp.

“WA terakhir saya ga berbalas. Rupanya Allah menakdirkan Buya wafat di hari-hari baik di bulan terbaik,” ungkap dia dalam akun Instagram @yusufmansurnew.

Dirinya pun mengucapkan selamat beristirahat dengan tenang di sisi Allah SWT kepada Tengku Zulkarnain. Ia juga seraya mengajak masyarakat muslim melaksanakan salat ghaib.

“Selamat jalan Buya. Innaa lillaaah wa innaa ilaihi rooji‘uun. Besok shalat ghaib di seluruh rumah tahfizh di seluruh Indonesia dan manca negara. Walahul Faatihah,” ucapnya.

Sebelum dinyatakan positif Covid-19, almarhum melakukan safari dakwah dan mengaji di wilayah Riau. Setelah melakukan kegiatan tersebut, ia pun menjalani swab PCR di RS Tabrani pada 2 Mei dan dinyatakan positif Covid-19.

Pada 2 Mei itu pula, ia terakhir kalinya menulis sebuah caption di akun Twitter-nya. Sebelumnya, almarhum terkenal aktif menyuarakan pendapatnya mengenai kondisi negara.

Dalam cuitannya di akun @ustadtengkuzul pada 2 Mei 2021, ia mendoakan agar semua masyarakat yang meninggal akibat Covid-19 mendapatkan ampunan oleh Allah SWT. Sementara yang terkena Covid-19 dapat disembuhkan dari virus tersebut.

“Semoga semua kaum muslimin yang wafat kena Covid 19 diampuni dan dimuliakan Allah. Sementara yg berhasil sembuh dilindungi Allah dalam keta’atan kepada-Nya. Al Fatihah…Amin,” tulis dia yang dikutip JawaPos.com, Senin (10/5).

Hingga pukul 22.00 WIB, tweet tersebut sudah Retweet sebanyak 1.429 kali, lalu mendapat Like sebanyak 7.986 kali dan di komentari 556 kali. Para netizen pun juga turut mendoakan almarhum.

Diketahui, ustad Tengku Zulkarnain lahir di Medan, Sumatera Utara pada 14 Agustus 1963. Ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia periode 2015-2020. (*)

Sumber: JP Group
Editor: Jamil Qasim