Nasional

Yos Sudarso Lepas Kelulusan Siswa SMA ala Drive Thru

Seorang siswa SMA kelas XII Yos Sudarso  didampingi orang tuanya di atas kendaraan roda empat mengambil cindera mata dan surat keterangan lulus (SKL)  dengan cara drive thru di posko yang disiapkan panitia. (Iman Wachyudi/Batam Pos)

batampos.id – Sekolah Yos Sudarso melepas kelulusan siswa SMA kelas XII ala drive thru. Setiap orang tua membawa anaknya ke Sekolah Yos Sudarso naik kendaraan, mengambil cindera mata dan surat keterangan lulus (SKL) di posko yang disiapkan panitia.

Tanpa turun dari kendaraan, panitia kelulusan yang sudah menunggu kedatangan orang tua dan siswa memberikan bingkisan pada siswa.

“Bingkisan itu berisi tropi, medali, dan SKL yang asli. Sedangkan SKL soft copy sudah terlebih dulu dibagikan ke siswa. Pelepasan siswa ini merupakan paradigma baru, tidak harus mengumpulkan siswa di masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Kepala Sekolah SMA Yos Sudarso, Sumiyati SPd di ruang kerjanya, Kamis (6/5/2021).

Advertisementjudul gambar

Ada rasa haru dan rindu baik antara guru, siswa, dan orang tua sekitar 1,5 tahun lamanya belajar online, tiba-tiba anak SMA kelas XII sudah lulus.

“Inilah tantangan di era pandemi ini. Respons orang tua mengantarkan anaknya mengambil cinderamata, merupakan ungkapan sekolah berterima kasih pada orang tua dan menyerahkan anak didik ke orang tuanya. Dari sekolah, anaknya dijamin sehat,” ungkap Sumiyati filosofi melepas kelulusan siswa SMA tahun ini angkatan XXXI.

Niko Nixon Situmorang, salah seorang pengacara di Batam yang mengantar anaknya mengambil bingkisan kelulusan, dari raut wajahnya terpancar aura senang dan bahagia. Bahkan, Nixon minta dipoto ulang pakai tabletnya, momen Kepala Sekolah SMA Yos Sudarso memberikan bingkisan ke anaknya.

“Terima kasih bapak dan ibu guru yang telah mendidik anak kami. Mohon didoakan kesuksesan anak kami, dan ilmu yang diraih anak kami bermanfaat,” ujarnya.

Sebelum kelulusan, diakui Sumiyati, setiap siswa dibekali retreat yakni membangkitkan motivasi baru bagi siswa memulihkan hubungan siswa dengan teman, orang tua, dan Tuhan.

Dari retreat tersebut, kelanjutannya rekonsiliasi yakni siswa menemukan siapa jati dirinya di tengah perubahan sistem belajar di era pandemi Covid-19.

Setelah siswa menemukan jati dirinya, sehingga terjadi hubungan baik dengan memahami refleksi dirinya yang akhirnya berkomitmen ikatan batin.

“Pendidikan di era pandemi Covid-19 ini menimbulkan intensitas yang tinggi antara siswa dan orang tua. Nah, di sini kuncinya perlu komunikasi. Guru pro aktif berkomunikasi dengan orang tua dan siswa. Supaya pasca kelulusan, siswa mantap menghadapi tantangan di luar,” ungkap Sumiyati.

Sumiyati mengaku, sebagai guru banyak kenangan manis yang terlupakan dari siswa kelas XII. Bahkan, sejumlah siswa menorehkan prestasi yang membanggakan.

Seperti kompetisi sains nasional (KSN) mata pelajaran astronomi, Stefany Febriyan meraih medali perunggu juara tiga. National school debating championship, tiga siswa SMA Yos Sudarso atas nama Maria Clarin peringkat 15 kategori best speaking. Deborah dan Brigita Imanuela meraih 16 besar.

Prestasi berikutnya olimpiade olahraga siswa nasional, Hansen Baja dan Kevin meraih prestasi di cabang renang. Pada festival lomba seni siswa nasional, I Gusti Indira meraih peringkat juara empat.

“Mereka berprestasi tingkat nasional. Kalau tingkat lokal masih banyak lagi ” ujar Sumiyati yang ditegaskan kembali oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Yos Sudarso, Benediktus Raditya.

Terakhir, Sumiyati berpesan, kita harus berkreasi, berinovasi, serta menjadi pribadi yang berkualitas baik dalam pengetahuan dan kepribadian yang berkarakter. (*)

Reporter: ANWAR SALEH
Editor: JAMIL