Kepri

164 Warga Kepri Positif Covid, Pengetatan Perjalanan Antardaerah Diperpanjang

Ansar Ahmad

batampos.id-Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Kepri, kasus covid di Kepri kembali mengalami lonjakan yang signifikan per 18 Mei 2021 yakni bertambah 164 kasus konfirmasi positif. Dengan tambahan tersebut sudah 13.694 orang warga Kepri terpapar Covid-19. Saat ini ada 1.757 kasus yang sedang aktif. Begitu juga dengan jumlah warga yang meninggal disebabkan Covid-19 bertambah empat pada hari yang sama. Sampai sejauh ini sebanyak 304 warga Kepri meninggalkan karena Covid-19.

BACA JUGA: Penyekatan Perjalanan Orang Diperpanjang, Calon Penumpang Tetap Wajib Tunjuk Surat Keterangan Bebas Covid-19

Untuk mengatasi lonjakan kasus positif covid, Pemerintah Provinsi Kepri mengambil langkah kongkrit dengan memperpanjang kebijakan pengetatan bagi pelaku perjalanan antara daerah di Provinsi Kepri. Bagi mereka yang menggunakan transportasi laut ataupun udara wajib menyertakan hasil test Antigen ataupun GoNose.

Advertisement

Merujuk surat edaran (SE) Gubernur Kepri nomor 469/SET-BTC19/V/2021 tentang perubahan atas SE sebelumnya tentang ketentuan perjalanan dalam negeri dan internasional menggunakan transportasi umum dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 pada 17 Mei 2021. Dalam SE itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan, bagi para penumpang yang melakukan perjalanan antar kabupaten/kota dalam wilayah provinsi wajib melengkapi diri dengan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam.

Selain itu, juga dapat melampirkan keterangan negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam, atau mendapatkan hasil negatif pada pengujian GeNose C-19 yang sampelnya diambil pada pelabuhan keberangkatan dan berlaku maksimal 1×24 jam.

“Surat Edaran ini mulai berlaku efektif mulai tanggal 18 Mei 2021 sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian, dan/atau memperhatikan hasil evaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan,” tegas Ansar dalam SE yang diterbitkan per 17 Mei 2021 tersebut.

Kemudian, dalam hal pelabuhan keberangkatan (embarkasi) tidak memiliki fasilitas pengujian GeNose-C19, maka warga yang melakukan perjalanan wajib menunjukkan Surat Keterangan Sehat dari Fasilitas Kesehatan Pemerintah setempat di pintu keberangkatan dan wajib melakukan pengujian GeNose-C19 di pelabuhan tujuan (debarkasi).

Belum lama ini, Gubernur juga meminta masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak dan berada di rumah. Masyarakat diminta membantu upaya keras pemerintah dalam menekan penyebaran Covid 19. Karena pencegahan penyebaran Covid-19 butuh kerjasama semua pihak.

“Saya minta masyarakat jangan apatis terhadap persoalan Covid 19 ini. Mari bersama-sama membangun kesadaran untuk berjuang bagaimana menciptakan Kepulauan Riau ini bisa terbebas dari pandemi Covid 19,” ujar Gubernur Ansar Ahmad

Menurut Ansar Ahmad, fluktuasi perkembangan angka kasus Covid 19 di Kepulauan Riau sangat berpengaruh pada suksesnya program pembangunan dan pemulihan ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah. Ditegaskannya, daerah butuh situasi yang sehat, baik sehat masyarakat maupun sehat kebijakan.

“Untuk itu menghadapi perkembangan Covid 19 ini masyarakat jangan cuek. Jangan apatis. Tetaplah patuhi anjuran pemerintah agar pandemi ini bisa segera berakhir. Pemprov Kepri terus bekerja keras agar Covid bisa ditekan seminimal mungkin. Dan kerja keras kita tidak akan berhasil kalau masyarakat tidak memberikan dukungan penuh,” tegasnya.

Sementara itu, Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, mendukung langkah yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri dengan menerbitkan SE 469 tersebut. Menurutnya, ditengah peningkatan kasus, pengetatan adalah upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 menjadi semakin masif.

Rudy Chua, foto sebelum pandemi (f.ist untuk batampos.id)

“Wajib Genose atau test Antigen kalau bisa sudah dilakukan dari dulu bagi pelaku perjalanan antar daerah. Tetapi dalam pelaksaan ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, pertama masalah ketersediaan alat yang cukup, sehingga tidak menjadi antrian atau kerumunan di pelabuhan,” ujar Rudy Chua, kemarin.

Masih kata Rudy, di Pelabuhan Punggur, Batam saat ini hanya ada satu alat GoNose. Sedangkan di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang terdapat tiga. Tentu dengan jumlah tersebut belum ideal, karena berotensi menimbulkan kerumuman. Apalagi kapasitasnya hanya bisa 60 orang untuk satu alat GeNose dalam satu jam.

“Kedua masalah harga, kalau warga Tanjungpinang ke Batam dalam kepentingan kerja ini akan terasa berat. tentu perlu menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi. Apalagi harus pulang disetiap akhir pekan,” tutup Rudy Chua. (*)

Reporter: Jailani
editor: tunggul