Ekonomi & Bisnis

Smartfren Menyusul Meluncurkan Jaringan 5G

Ilustrasi: Produk Smartfren. F. Smartfren untuk Batam Pos

batampos.id – Smartfren segera menyusul untuk meluncurkan jaringan 5G yang dianggap lebih cepat dari 4G.

Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengungkapkan, secara teknis pihaknya sudah siap. Hanya, terdapat beberapa persiapan yang perlu dimatangkan lebih lanjut.

Dia juga belum dapat mengungkapkan secara rinci kapan 5G Smartfren dapat diluncurkan. “Kami ingin meluncurkan 5G yang berkualitas,” ujarnya saat dihubungi oleh JawaPos.com, Sabtu (29/5).

Advertisementjudul gambar

Merza menuturkan, secara teknologi, Smartfren sudah sangat siap untuk menyediakan layanan 5G. Namun pihaknya masih mengkaji, baik secara ekosistem maupun implementasi.

Tujuannya, untuk memastikan bahwa jaringan 5G akan tepat guna, serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat maupun industri. “Terutama dalam rangka mewujudkan 5G yang mumpuni dalam memfasilitasi berbagai aktivitas masyarakat, dari belajar hingga bekerja serta kegiatan yang mission critical, seperti kesehatan hingga manufaktur,” tuturnya.

BACA JUGA: Siap Hadirkan 5G, Telkomsel Kembangkan Layanan Voice over Long Term Evolution

Sebagai informasi, Smartfren telah memenangkan lelang frekuensi 2,3 GHz dengan mendapatkan satu blok kosong yang punya lebar pita 10 MHz dengan penawaran per blok Rp 176,5 miliar. Sementara itu, Telkomsel mendapatkan 20 MHz usai menawar per blok Rp 353,8 miliar.

Adapun, di pita frekuensi 2,3 GHz ini Smartfren bukan penghuni baru. Anak perusahaan Sinar Mas itu sudah memiliki lebar pita 30 MHz. Itu artinya, di spektrum ini Smartfren punya total lebar pita 40 MHz.

Sebelumnya, Kemenkominfo mengumumkan seleksi pengguna pita frekuensi 2,3 GHz dalam rentang 2.360-2.390 MHz. Tujuan seleksi ini adalah untuk mengoptimalkan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) khususnya dari Biaya Hak Penggunaan (BHP) spektrum frekuensi radio. Selain itu, tujuan strategisnya adalah mendorong 4G dan 5G. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung