Metropolis

Cuaca Panas di Batam sebab Terjadi Penguapan Tinggi

batampos.id – Saat ini terjadi peralihan cuaca, dari curah hujan tinggi ke rendah. Curah hujan rendah ini, membuat intensitas sinar matahari sangat terasa efeknya di wilayah Batam. Selain itu, ditambah lagi terjadi penguapan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan suhu terasa panas dan gerah oleh masyarakat Batam.

F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Dua warga berjalan sambil menggunakan payung untuk melindungi tubuh dari terik matahari. Saat ini, Batam memasuki fase peralihan dari periode hujan tinggi ke rendah, sehingga kondisi cuaca juga terasa panas.

”Suhu Batam itu saat ini di kisaran 28 hingga 31 derajat celcius. Saat dini hari, di kisaran 27 atau 28 derajat celcius, lalu naik di siang hari,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi (Stamet) Hang Nadim, Suratman, Selasa (8/6/2021).

Suratman mengatakan, penguapan semakin tinggi, akibat sekeliling Batam adalah lautan. Sehingga, masyarakat akan semakin merasa gerah.

Advertisement

”Tapi ini masih normal,” ucapnya.

Oleh sebab itu, ia meminta kepada masyarakat agar sering-sering mengonsumsi air putih. Sehingga, tidak mengalami dehidrasi saat cuaca panas. ”Waspadai cuaca panas ini,” ucapnya.

Peralihan curah hujan dari tinggi ke rendah juga menyebabkan potensi hujan menurun. Hujan yang terjadi saat ini intensitasnya rendah dan bersifat lokal. Curah hujan rendah ini akan berlangsung dari Juni hingga Oktober.

”Potensi hujan tetap ada, tapi kecil tidak sesering di bulan Mei,” tuturnya.

Peralihan ini juga menyebabkan seringnya terjadi gusty, yakni angin kencang yang terjadi sesaat. Gusty biasanya terjadi di sekitar wilayah pesisir. Selain gusty, potensi terjadi puting beliung juga meningkat.

”Saat ini angin kencang, puting beliung dan petir akan ada. Sehingga ini juga perlu diwaspadai masyarakat yang tinggal di sekitaran pantai,” ucapnya.

Sehari sebelum terjadinya gusty maupun angin puting beliung, biasanya suhu terasa panas dan terik dari sore hingga malam. Lalu, di pagi hari cerah hingga pukul 10.00. Setelah itu akan terlihat awan comulonimbus.

”Apabila ada hal itu, maka akan ada potensi terjadinya gusty atau angin puting beliung. Masyarakat bisa menandai, gusty maupun angin puting beliung, selalu ada pembentukan awan comulonimbus,” tuturnya.

Saat ditanyai mengenai gelombang, Suratman mengatakan masih dalam keadaan normal, baik di Batam maupun wilayah lainnya di Kepri. ”Masih terbilang aman,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter : FISKA JUANDA
Editor : RATNA IRTATIK