Ekonomi & Bisnis

Mulai 14 Juni, BSI Satukan Sistem Operasional di Wilayah Sumatra Utara, Riau, dan Kepri

 

Press Conference Bank Syariah Indonesia Regional Office 2 Medan bersama Otoritas Jasa Keuangan Regional 5 Sumatra Bagian Utara dihadiri Wisnu Sunandar, Regional Head Bank Syariah Indonesia RO 2 Medan (kanan), dan Yusup Ansori, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatra Bagian Utara. F. BSI untuk Batam Pos

batampos.id – Bank Syariah Indonesia (BSI) siap menyatukan sistem layanan di wilayah Sumatra Utara, Riau dan Kepri mulai 14 Juni 2021 mendatang. Penyatuan layanan tersebut meliputi migrasi rekening nasabah, kartu ATM hingga mobile dan internet banking.

Regional CEO Region 2 Medan BSI, Wisnu Sunandar mengatakan, penyatuan sistem layanan ini merupakan bagian dari proses merger operasional. “Pada proses ini, kami akan menjadikan seluruh layanan satu. Termasuk identitas bank hingga perubahan buku rekening, kartu ATM serta mobile banking dan internet banking,” ujar Wisnu lewat siaran persnya, Selasa (8/6).

Advertisement

Dia mengatakan, lewat proses ini, nasabah dihimbau mengganti akun rekening dari Bank Syariah yang lama (BRI Syariah dan BNI Syariah) menjadi akun rekening BSI. Proses migrasi bagi 406 ribu rekening nasabah ini bisa dilakukan secara daring maupun tatap muka.

“Untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan, para nasabah bisa melakukan migrasi rekening dengan dua cara, yaitu dengan cara daring atau dengan menggunakan aplikasi BSI Mobile maupun hadir langsung ke kantor cabang Bank Syariah sebelumnya,” ujar Wisnu. Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Yusup Ansori mengemukakan, pihaknya mendukung proses migrasi nasabah BSI ini dengan tetap mempertimbangkan aspek kenyamanan dan keamanan nasabah.

“Kami mendukung kelancaran proses migrasi ini sehingga nantinya nasabah tetap dapat melakukan transaksi yang pada akhirnya dapat memajukan industri keuangan Syariah di Tanah Air,” ujar Yusup.

Sebagai informasi, proses integrasi operasional cabang, layanan, dan produk secara nasional dilakukan mulai 15 Februari sampai 30 Oktober 2021. Dalam periode tersebut, nasabah secara bertahap akan dihubungi untuk melakukan migrasi ke Bank Syariah Indonesia. Pada periode tersebut, nasabah dapat menyampaikan informasi bila terdapat perubahan nomor telepon dan e-mail.

BACA JUGA: Bank Syariah Indonesia Salurkan Rp1 Miliar untuk Pengungsi di Indonesia

Sementara untuk ATM, nasabah tetap dapat menggunakan jaringan ATM dari masing-masing bank asal maupun jaringan ATM yang bekerja sama, seperti jaringan ATM Prima, ATM Bersama, dan GPN. Sedangkan untuk mobile banking dan internet banking dari masing-masing bank asal tetap dapat digunakan dan diakses oleh nasabah sampai dengan informasi selanjutnya.

Untuk pembiayaan baru, nasabah dapat mengajukan ke cabang Bank Syariah Indonesia terdekat. Sedangkan, untuk pengajuan perpanjangan/ restrukturisasi/ penambahan fasilitas pembiayaan dapat dilayani oleh bank asal nasabah sebelumnya. Pembayaran angsuran pembiayaan nasabah tetap dibayarkan melalui rekening bank asal.

Terkait dengan informasi lebih lanjut mengenai migrasi rekening dan penukaran kartu ATM/Debit yang baru, nasabah dapat menghubungi Bank Syariah Indonesia Call 14040 atau ke Call Centre 3 (tiga) bank asal untuk dapat mengetahui mekanisme dan persyaratan migrasi atau juga mengunjungi situs web resmi Bank Syariah Indonesia www.bankbsi.co.id. (adv)

Reporter : Chahaya Simanjuntak
Editor: Suprizal Tanjung