Karimun

Ratusan Warga Binaan Rutan Kelas II Karimun Divaksin Covid

Penghuni rutan karimun saat divaksin. f. sandi

batampos.id– Rumah tahanan negara (Rutan) Kelas II Tanjungbalai Karimun merupakan salah satu ”pemukiman” yang padat. Dengan situasi pandemi Covid-19 saat ini, maka untuk mencegah agar warga binaan tidak terpapar, Rabu (9/6) petugas dan penghuni Rutan mulai divaksin.

BACA JUGA: Jangan Ragu, Segera Ajak Keluarga, Tetangga dan Teman Divaksin Covid-19

”Alhamdulillah, hari ini pegawai atau petugas kita dan warga binaan yang terdiri dari narapidana dan tahanan titipan mulai menerima suntikan vaksin Covid-19 yang pertama. Hal ini kita lakukan sebagai mengingat penyebaran Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Apalagi sudah ada varian baru yang muncul di negara kita,” ujar Kepala Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun, Dody Naksabandi.

Advertisement

Sehingga, katanya, salah upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di dalam Rutan, maka hari ini tidak hanya warga binaan yang divaksin. Tapi, termasuk juga petugas atau pegawainya. Sebab, penyebaran Covid-19 ini tidak memandang bulu. Siapa saja jika lalai dalam menerapkan protokol kesehatan bisa terpapar. Apalagi, kondisi Rutan sudah melebihi kapasitas atau daya tampung. Selayaknya upaya pencegahan dilakukan melalui vaksinasi.

”Target kita warga binaan yang harus menerima suntikan pertama vaksin Covid-19 sebanyak 500 orang. Dan ditambah dengan petugas atau ASN kita 64 orang. Diharapkan dua atau tiga hari pelaksanaan vaksinasi bisa selesai. Apalagi untuk mempercepat proses penyuntikan vaksin kita menurunkan enam orang vaksinator. Dan dibantu 10 orang petugas kesehatan yang bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan warga binaan dan petugas yang akan divaksin,” ungkap Dody.

Ditambahkannya, sejak diberlakukannya pandemi Covid-19 tahun lalu sampai dengan saat ini pihaknya masih memberlakukan pembatasan wakti berkunjung. Yakni, pihak keluarga belum bisa berkunjung untuk menemui warga binaan. Melainkan hanya diperbolehkan menitip makanan dan pakaian. Pertemuan hanya difasilitasi melalui sistim daring atau video call. Hal ini sebagai bentuk antisipasi agar tidak ada penularan Covid-19 terhadap warga binaan. Karena, kalau sudah tertular satu orang, bida saja dengan cepat menyebar ke warga binaan yang lain. (*)

Reporter: Sandi
editor: tunggul