Bintan-Pinang

Refocusing Anggaran, Dinkes Tanjungpinang Janji Tambah Alat PCR di RSUD Tanjungpinang 

Nugraheni Purwaningsih. (f.Peri Irawan /batampos.id)

batampos.id-Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang akan menambah alat uji Polymerase Chain Reaction (PCR) di RSUD Kota Tanjungpinang melalui refocusing anggaran. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang, dr. Nugraheni Purwaningaih menjelaskan terkait persoalan alat uji (PCR) di Tanjungpinang saat rapat dengan satuan tugas covid-19 Provinsi Kepri memang diharapkan seluruh kabupaten kota untuk menyediakan alat PCR sendiri.

BACA JUGA: 10 Hari Jalani Isolasi Mandiri Baru Pasien Tahu Hasil PCR,  Rina Febriani: Penanganan Covid di Tanjungpinang Lambat

“Untuk mengatasi keterlambatan hasil uji sampel pasien,” Kata Nugraheni, Rabu (9/6/2021). Dijelaskan Nugraheni, saat ini di Tanjungpinang jumlahnya masih terbatas dan pemakaian yang terlalu over sehingga sering mengalami gangguan dan pekerjaan menjadi tidak maksimal.

Advertisement

“Di RSUD Raja Ahmad Tabib dan RSUD Kota Tanjungpinang ada tapi sering rusak, itu yang membuat kita sering ji sampel di BTKLPP Batam,” paparnya. Nugraheni mengaku pada refocusing anggaran juga sudah dianggarkan untuk alat uji PCR untuk ditempatkan di RSUD Tanjungpinang, sehingga pihaknya meninta pihak rumah sakit untuk mempersiapkan SDM dan fasilitas yang memadai.

“Kita minta RSUD mempesiapkan diri,  SDM-nya, fasilitas listrik yang memadai karena harus stabil,” paparnya.  Ia menargetkan secepatnya alat itu sudah diadakan karena melalui refokusing, saat anggarannya sudah seseuai dengan perencanaan maka segera dieksekusi. “Karena saat ini memang sangat dibutuhkan ya,” ucapnya.

Alat PCR itu, dijelaskan Nugraheni selain harga yang mahal karena alat itu juga canggih sehingga membutuhkan  sumber daya manusia yang bagus untuk perawatannnya. Maka untuk melakukan pengadaan juga harus memperhatikan hal demikian.  “Tidak hanya petugas untuk operasional ya,  tenaga maintenance yang handal juga diperlukan,” sebutnya. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: tunggul