Bintan-Pinang

Tidak Mau Sekolah Lagi, 7 Pelajar SMP di Bintan Tidak Lulus

Ilustrasi: pelajar smp saat belajar di ruangan. Tahun ini 7 pelajar SMP di Bintan tak lulus.

batampos.id- 7 pelajar SMP di Kabupaten Bintan dinyatakan tidak lulus. Hal ini diketahui setelah pengumuman kelulusan siswa kelas IX SMP negeri dan swasta Se-Kabupaten Bintan Tahun Pelajaran 2020/2021, Jumat (4/6/2021).

BACA JUGA: Pelajar SMP di Tanjungpinang Lulus 100 Persen

Berdasarkan data diperolehdari Dinas Pendidikan (Disdik) Bintan, 7 pelajar yang tidak lulus berasal dari 4 sekolah negeri di Kabupaten Bintan. Kabid SMP Disdik Kabupaten Bintan, Hosni mengatakan, dari 2.495 orang siswa SMP di Kabupaten Bintan, hanya 2.450 orang siswa yang lulus.

Advertisement

“Angka persentase kelulusan 98,3 persen karena ada 7 orang siswa tidak lulus,” ujarnya. Disinggung alasan tidak lulusnya 7 orang siswa tersebut?

Menurutnya, mereka memang tidak mau bersekolah lagi. “Mereka sudah bekerja jaring ikan dan orangtuanya tidak peduli anaknya tidak sekolah,” ujarnya.

Dikatakannya, pihak sekolah sebenarnya sudah mendatangi orangtuanya untuk membujuk agar anaknya mau ke sekolah. “Yang kita sayangkan orangtuanya ikut kata anaknya,” ujarnya.

Namun demikian, dia mengatakan, pihak Disdik Bintan tetap menyarankan agar anak tersebut mau untuk ikut paket B.

“Itupun tergantung dari anak dan orangtuanya,” ujarnya. Pihak sekolah, lanjutnya, ke depan akan mengadakan pendekatan lagi ke anak dan orangtuanya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Bintan telah mengeluarkan surat edaran terkait pengumuman kelulusan siswa secara online yang dikirim ke kepala sekolah Se-Kabupaten Bintan, Jumat (4/6) malam lalu.

Pengumuman kelulusan SMP dilakukan secara online melalui web sekolah atau bisa whatsapp sekolah dan facebook sekolah atau bisa juga telepon langsung ke siswa atau ke orangtua atau ke wali siswa.

Selain pengumuman dilakukan secara online, dalam surat edaran tersebut orangtua wajib mendampingi siswa saat pengumuman kelulusan. Ini dilakukan agar mencegah siswa konvoi dengan menggunakan kendaraan di jalan yang dapat berpotensi menimbulkan kerumunan. (*)

Reporter: Slamet
editor: tunggul