Nasional

UIII Terima 100 Mahasiswa dengan Beasiswa Penuh

Promosikan Islam Khas Indonesia ke Dunia

Sekretaris UIII Chaider S. Bamualim (kiri) meninjau pembangunan masjid kampus UIII di kompleks UIII di Depok, Jawa Barat, kemarin (7/6). (HILMI SETIAWAN/JAWA POS)

batampos.id – Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Kota Depok, Jawa Barat, mulai menerima mahasiswa baru jenjang magister. Kuotanya mencapai 100 orang dari dalam dan luar negeri dengan skema beasiswa penuh. Rencananya, perkuliahan dimulai pada September.

Wakil Rektor UIII Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan SDM Bahrul Hayat menuturkan bahwa pendaftaran dibuka sejak 7 Juni sampai 7 Juli. Sistem seleksi beasiswa terbuka bagi pelamar dari dalam dan luar negeri. Dia memperkirakan 60 persen pelamar berasal dari dalam negeri dan sisanya dari luar negeri. Pendaftaran beasiswa dilakukan secara online melalui website resmi kampus UIII.

’’Perkuliahannya nanti menggunakan bahasa Inggris penuh,’’ katanya. Khusus untuk program studi agama atau Islamic studies, perkuliahan juga akan memakai bahasa Arab. Total, ada empat fakultas. Selain Islamic studies, ada juga fakultas ilmu sosial, fakultas ekonomi dan bisnis, serta fakultas ilmu pendidikan.

Advertisement

Bahrul menyatakan, pihaknya siap jika nanti mendapatkan izin untuk menjalankan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Mantan Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) itu menjelaskan bahwa skema beasiswa tidak hanya menanggung biaya kuliah. Tetapi juga uang saku Rp 5 juta/bulan untuk setiap mahasiswa. Pada tahap awal, beasiswa menggunakan anggaran UIII. Ke depan, sumber beasiswa diperluas. Salah satunya berasal dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selain itu, ada skema mahasiswa membayar mandiri atau sumber beasiswa lainnya.

Bahrul menyebutkan, untuk sementara sudah ada 40 dosen di UIII. Mereka semuanya lulusan program S-3 di kampus ternama luar negeri. Selain itu, UIII bekerja sama dengan sejumlah guru besar dari kampus-kampus luar negeri sebagai dosen tamu.

Menurut Jamhari, Indonesia dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia selama ini kurang mendapatkan perhatian yang baik dari aspek akademik. Pusat studi keislaman masih didominasi negara-negara Timur Tengah. Bahkan ada di negara-negara dengan umat Islam minoritas seperti di Eropa. Padahal, menurut dia, Islam di Indonesia sangat khas. Yaitu, Islam yang moderat, plural, dan modern serta bisa beriringan dengan budaya lokal. ’’Islam Indonesia itu adalah kekayaan yang luar biasa,’’ jelasnya.

Mahasiswa di UIII nanti bisa mempelajari sekaligus meneliti organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah serta kehidupan pembelajaran di pesantren dan lainnya. Dia menegaskan bahwa UIII memiliki semangat menjadi kampus dengan reputasi internasional dan bisa mengenalkan Islam khas Indonesia ke dunia. (*)