Nasional

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Akhirnya Penuhi Panggilan KPK

Azis Syamsuddin (DPR.go.id)

batampos.id – Usai diultimatum, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (9/6). Politikus Golkar itu bakal diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap penanganan perkara Pemerintah Kota Tanjungbalai.

“Hari ini 9/6/2021 saksi Azis Syamsudin telah hadir di gedung merah putih KPK memenuhi panggilan penyidik dan akan segera dilakukan pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara tersangka SRP dkk,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dikonfirmasi, Rabu (9/6).

Juru bicara KPK bidang penindakan ini memastikan akan menginformasikan materi pemeriksaan terhadap Azis. Pemeriksaan hari ini, merupakan jadwal ulang dari agenda pemeriksaan sebelumnya pada Jumat (7/5) lalu.

Advertisement

“Perkembangannya akan disampaikan,” tegas Ali.

Keterangan Azis dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan mantan penyidik KPK asal kepolisian Stepanus Robin Pattuju. Karena diduga dalam kasus suap pengurusan perkara Pemerintah Kota Tanjungbalai, Robin pernah melakukan pertemuan di rumah Azis Syamsuddin dengan Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial.

“Saksi merupakan pihak yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa perkara tersebut, sehingga keterangannya diperlukan agar menjadi lebih terang dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini,” tegas Ali.

KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni penyidik KPK asal kepolisian, Stepanus Robin Pattuju (SRP), Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial (MS) dan pengacara Maskur Husain (MH). KPK menduga, penyidik asal Korps Bhayangkara Stepanus menerima suap untuk mengurus perkara yang menjerat Syahrial.

Stepanus yang merupakan penyidik KPK bersama dengan Maskur Husain menyepakati agar perkara dugaan korupsi yang menjerat Syahrial di KPK tidak lagi dilanjutkan. Kesepakatan uang Rp 1,5 miliar ini, setelah Stepanus bertemu Syahrial di rumah Azis Syamsuddin pada Oktober 2020.

Syahrial lantas menyanggupi permintaan uang itu, dengan kesepakatan kasusnya tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan. Terlebih KPK juga sampai saat ini belum mengumumkan sejumlah pihak yang ditetapkan tersangka dalam kasus lelang jabatan di Kota Tanjungbalai.

Syahrial memberikan uang itu secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia (RA) teman dari Stepanus. Uang itu baru diserahkan dengan total Rp 1,3 miliar.

Stepanus dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 UU No. 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 UU No. 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

Sumber : JP Group
Editor : Jamil Qasim