Metropolis

Armada Terbatas, Truk Tua Dioperasikan

batampos.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mengakui banyak armada truk sampah yang tua dan sebagian sudah tak laik jalan namun tetap beroperasi.

Kepala Bidang Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam, Faisal Novrieco, mengaku, keterbatasan armada pengangkutan sampah menjadi salah satu kendala saat ini. Dampaknya, kata Faisal, banyak armada pengangkutan sampah berusia tua yang masih dioperasionalkan untuk mengangkut sampah.

”Untuk pengadaan armada baru, sebenarnya tetap kita usulkan setiap tahun. Termasuk pengadaan bin kontainer juga,” katanya, Rabu (9/6/2021).

Advertisement
Petugas kebersihan mengangkut sampah di tempat pembuangan sampah sementara di Bengkong, Rabu (9/6/2021). Banyak kendaraan pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang tak laik jalan sehingga tak lolos uji KIR.
F. Iman Wachyudi/Batam Pos

Faisal menyebutkan, pengadaan armada truk pengangkutan sampah yang bersumber dari APBD Batam terakhir kali dianggarkan pada tahun 2017 lalu. Ada sebanyak tiga unit yang dianggarkan. Setelah itu, tahun 2018, 2019 dan 2020 tidak ada penambahan armada baru pengangkutan sampah dari APBD Batam.

”Tahun 2017 itu ada tiga truk arm roll yang dibeli dari APBD. Kemudian tahun 2020, kita dapat bantuan dari pusat berupa lima truk dan empat mobil pikap. Itupun peruntukannya buat di lokasi wisata,” ungkap Faisal.

Kondisi inilah yang membuat pihaknya tetap mengoperasikan armada truk yang berusia tua ini. Selain biaya yang harus dikeluarkan tinggi, pengoperasian armada tua juga kerap bermasalah. Itu karena, performanya tidak sama dengan truk baru, kerap rusak dan tak jarang harus keluar masuk bengkel (maintenance).

”Kami sudah berbuat maksimal. Untuk 58 armada (tua dan tak laik jalan) itu tetap kita operasionalkan. Hanya saja, ada yang lagi maintenance atau perbaikan. Jadi tak semua,” ungkap Faisal.

Disinggung mengenai anggaran tahun 2021, ia mengaku ada penambahan 5 unit truk arm roll sampah. Proses lelang sudah dilakukan dan direncanakan akan dioperasionalkan pada Juli mendatang. Dengan penambahan 5 unit, maka jumlah armada pengangkutan sampah di Kota Batam berjumlah 134 unit.

”Kalau sekarang masih 129 unit, tambah lima jadi 134 unit,” bebernya.

Jumlah ini, lanjut Faisal, masih kurang bila melihat kebutuhan. Bahkan, tahun ini, DLH mengajukan penambahan 50 unit truk arm roll untuk mengganti truk tua yang dianggap sudah tidak layak beroperasi.

”Ya idealnya penambahan 50 truk dan 100 bin kontainer, sehingga kami bekerja bisa benar-benar lebih maksimal,” ujarnya.

Ditanya mengenai banyaknya truk dengan kondisi yang tak laik jalan, Faisal menjawab pasrah. “Memang seperti itulah kondisi saat ini di lapangan,” ujarnya.

Banyak armada yang tidak dilengkapi lampu belakang, lampu tanda belok, dan pengaman roda. Bahkan, kondisinya pun banyak yang bolong-bolong dan terlihat tak laik jalan.

”Kalau kami anggap masih laik jalan, cuma masyarakat yang lihat mungkin pikiran lain, apalagi banyak yang bolong-bolong,” pungkasnya.

Sebelumnya, DPRD Batam menyoroti tentang temuan 58 unit armada pengangkutan sampah yang tak lolos uji KIR dan tak laik jalan. Namun, armada tersebut tetap digunakan untuk mengangkut sampah.

Evaluasi Dalam  Satu Minggu

DPRD Kota Batam telah mengeluarkan empat rekomendasi terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Batam dalam rapat paripurna, beberapa waktu lalu. Salah satunya, terkait kajian tentang persampahan di Kota Batam.

Ketua Pansus Pembahasan LKPJ Wali Kota Batam, Mochamad Mustofa, mengatakan, dari laporan yang disampaikan ke DPRD Batam mengenai 58 kendaraan sampah milik DLH Kota Batam yang tidak lolos uji KIR. Hal itu akan jadi masalah karena terkait dengan keselamatan di jalan raya. Sehingga, ditindaklanjuti Tim Pansus Pembahasan LKPJ Wali Kota Batam dengan pengecekan ke DLH dan TPA Telagapunggur.

”Saat mengecek di lapangan, ada beberapa contoh (kendaraan) memang luar biasa parah, meskipun yang ditunjukkan ke kami tak sampai 58 kendaraan. Kami juga ingin tahu, masa aset ini sudah habis atau belum,” ujar Mustofa, Rabu (9/6/2021).

Dijelaskannya, sesuai aturan yang berlaku, masa aset itu maksimal berusia 8 tahun dan jika sudah di atas 8 tahun, maka bisa diajukan aset baru. Di sisi lain, dalam aturan tersebut juga menyebutkan, jika aset yang sudah di atas 8 tahun itu masih layak, maka tidak perlu dilakukan pengajuan aset baru.

Dari hasil pengecekan ke lapangan, Senin (7/6), Pansus Pembahasan LKPJ Wali Kota Batam memberikan waktu satu minggu ke DLH Kota Batam untuk melakukan pendataan terhadap 58 kendaraan tersebut. Berapa jumlah kendaraan yang harus dikeluarkan dari aset dan dihancurkan, serta berapa unit kendaraan yang masih bisa diperbaiki dengan menggunakan anggaran perawatan.

”Baru nanti kita mengetahui kecukupan kendaraan sampah kita itu berapa idealnya di Kota Batam. Mereka menyampaikan 150 kendaraan idealnya, sementara yang kita punya sekarang 129, minus 58 yang tak lolos uji KIR itu,” katanya.

Setelah dilakukan pendataan terhadap 58 kendaraan itu, nantinya DPRD Kota Batam akan berkoordinasi dengan Bagian Keuangan dan Aset Pemko Batam serta Bapelitbangda untuk mencarikan solusinya.

Selain itu, Tim Pansus Pembahasan LKPJ Wali Kota Batam juga menyoroti 58 kendaraan yang tak lolos uji KIR itu ternyata masih beroperasi dalam mengangkut sampah. Sebab, ini akan menyangkut keselamatan dari pengemudi maupun masyarakat Kota Batam.

”Makanya sering kita temui banyak kendaraan sampah yang compang-camping, terus sempat pecah ban juga di depan kawasan Legenda kemarin,” tuturnya. (*)