Bintan-Pinang

Berri Prima : Bintan Bebas Penyakit Hewan

Petugas dari tim kesehatan hewan memeriksa kesehatan hewan mulai mulai 7 hingga 11 Juni 2021. F.Kiriman DKPP Bintan

batampos.id- Tim kesehatan hewan (Keswan) dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan bekerja sama dengan Balai Veteriner (Bvet) Bukittinggi, Kementerian Pertanian melakukan pemeriksaan terhadap hewan.

Kepala DKPP Bintan, Khairul mengatakan, pemeriksaan kesehatan hewan rutin dilakukan untuk mengantisipasi berbagai penyakit hewan.

BACA JUGA: Antisipasi Penyakit yang Menular ke Manusia, DKPP Bintan Ambil Sampel Darah Hewan

Advertisement

“Pengawasan hewan penting dilakukan meskipun pandemi kita harus memeriksa kesehatan hewan untuk mengantisipasi penyakit yang bisa menyerang hewan kapanpun,” ujarnya.

Menurut Khairul, bermacam penyakit yang bisa ditemukan di hewan mulai african swine fever (ASF), hog cholera, avian influenza, parasit darah, jembrana dan rabies. “Jangan sepele, apalagi penyakit yang ada pada hewan bisa juga menular ke manusia,” ujarnya.

Sementara Kasi Kesehatan Hewan pada DKPP Bintan, drh Iwan Berri Prima mengatakan, pemeriksaan hewan dilakukan dengan mengambil sampel mulai 7 hingga 11 Juni 2021.

Dia menyebut, jenis dan target sampel yang diambil yakni serum darah ternak babi sebanyak 70 ekor, darah antikoagulan babi sebanyak 70 ekor dan ulas darah babi sebanyak 30 ekor.

Selain itu, swab unggas sebanyak 100 poll, serum darah sapi sebanyak 30 ekor, darah antikoagulan ternak sapi sebanyak 12 ekor, ulas darah sapi sebanyak 30 ekor dan sampel pada hewan anjing untuk penyakit rabies sebanyak 2 ekor.

“Kita fokus pengambilan sampel terhadap hewan di 7 kecamatan yakni Kecamatan Bintan Timur, Gunung Kijang, Toapaya, Teluk Bintan, Teluk Sebong, Seri Kuala Lobam dan Bintan Utara,” sebutnya.

Sejauh ini, dia mengatakan, Kabupaten Bintan masih dinyatakan bebas dari banyak penyakit hewan. Namun demikian, menurutnya, kesehatan hewan harus terus mendapat perhatian terlebih kasus penyakit anthraks saat ini sedang merebak di daerah lain.

“Kita harus pahami bahwa hewan merupakan salah satu sumber penularan penyakit pada manusia. Makanya hewan harus sehat dan manusia sejahtera,” ujar Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Provinsi Kepri.

Dia mengatakan, meski belum ada temuan kasus klinis atas penyakit hewan menular strategis di Kabupaten Bintan.

Namun, dia sangat berharap kondisi ini dapat dipertahankan agar tidak menambah beban berat kesehatan masyarakat yang saat ini sedang menghadapi pandemi covid-19. (*)

reporter: Slamet
editor: tunggul