Feature

Denda Dibayar Bukan karena Keinginan Jerinx, melainkan Simpatisan

Bebas Murni, Jerinx Langsung Melukat

KEMBALI KE KELUARGA: Jerinx saat meninggalkan Lapas kelas II-A Kerobokan, Badung, Bali, kemarin.

Jerinx bebas setelah menjalani hukuman 12 bulan penjara dalam kasus dengan IDI yang disebutnya kacung WHO.

Reporter: SUHARNANTO, Badung
Editor: Jamil Qasim

SEJUMLAH polisi menjaga ketat pintu Lapas Kelas II-A Kerobokan, Badung, Bali. Di tempat yang sama, sejumlah fans juga tak sabar menunggu.

Advertisement

Yang meninggalkan lapas kemarin (8/6) memang sosok yang menyedot banyak perhatian: I Gde Ary Astina alias Jerinx. Istrinya, Nora, sang ayah, I Wayan Arjono, serta kedua koleganya di Superman Is Dead (SID), Eka Rock dan Bobby Kool, turut menjemput drumer SID tersebut di pintu keluar lapas dengan didampingi tim kuasa hukumnya, I Wayan Gendo Suardana.

Jerinx tak banyak berucap atas bebasnya hukuman yang dijalaninya itu. Banyak pertanyaan yang diajukan awak media, tetapi dia abaikan. Dia langsung masuk mobil begitu keluar dari pintu lapas. ”Jerinx sudah menjalani hukuman sesuai dengan putusan majelis hakim,” ujar Gendo.

Selanjutnya, jelas Gendo, pentolan band SID tersebut akan melukat bersama keluarganya. Mengutip Wikipedia, melukat adalah upacara pembersihan pikiran dan jiwa secara spiritual dalam diri manusia. Upacara itu dilakukan secara turun-temurun oleh umat Hindu hingga saat ini. ”Lokasinya saya tidak tahu. Yang pasti akan dipandu ibunya yang diketahui sebagai pendeta (pendeta Hindu atau sulinggih di kawasan Sayan, Ubud, Gianyar, Red),” jelas Gendo.

Gendo menyatakan, musisi itu bebas murni. Bahkan, dia tak mengambil hak asimilasi Covid-19 yang bisa membuatnya bebas lebih awal. ”Dia bebas murni untuk 10 bulan penjaranya. Sementara, denda Rp 10 juta subsider kurungan itu dibayar. Itu bukan karena keinginan Jerinx, melainkan keinginan simpatisan yang merindukan Jerinx lebih cepat keluar,” ungkapnya.

Jadi, denda itu, lanjut Gendo, dibayarkan simpatisan dari hasil donasi publik. ”Kemudian, sebagian dilengkapi atau dicukupi keluarga Jerinx,” kata Gendo.

Jerinx tersandung kasus hukum lantaran menyebut IDI sebagai kacung WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) melalui Instagram-nya. Tindakannya itu dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali hingga diproses secara hukum.

Jerinx dinyatakan bersalah dan dikenai pasal 28 ayat 2 jo pasal 45A ayat (2) atau pasal 27 ayat (3) jo pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo pasal 64 ayat 1 ke-1 KUHP.

Seperti yang dilaporkan Jawa Pos Radar Bali, saat vonis diketok pada 19 November tahun lalu, suasana Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pun riuh. Sejumlah sahabat JRX, demikian Jerinx biasa dikenal, tak kuasa menahan tangis. Begitu juga Nora, istri JRX. Matanya berkaca-kaca, lalu memerah. Nora akhirnya meneteskan air mata. Padahal, dia sudah berusaha tegar. Ketika itu, setelah mengantar sang suami ke mobil tahanan, dia bergegas menuju mobilnya. Nora pun enggan memberikan keterangan kepada awak media. Hanya geleng-geleng kepala saat ditanya mengenai pendapatnya tentang vonis terhadap suaminya tersebut.

Banyak yang kemudian memberikan semangat kepada Nora agar tetap kuat. ”Nora setia, Nora setia.” Begitulah teriakan yang terdengar untuk memberikan semangat kepada Nora. Jerinx memang tak pernah sepi dari kontroversi. Dia termasuk yang mencurigai adanya konspirasi di balik virus korona penyebab Covid-19. Dia juga pernah berseberangan dengan Anang Hermansyah yang menggagas RUU Musik semasa masih duduk di DPR. Drumer kelahiran Badung, 44 tahun silam, itu juga berseteru dengan pedangdut Via Vallen. Via, menurut JRX, tak meminta izin saat meng-cover Sunset di Tanah Anarki karya SID. Selain itu, pedangdut yang meroket berkat lagu Sayang tersebut dianggap tak menjiwai pesan lagu tersebut.

JRX juga dikenal sebagai aktivis lingkungan. Otak di balik mayoritas lagu SID itu termasuk lantang menyuarakan penolakan reklamasi Teluk Benoa. (*)