Metropolis

DPRD Batam Dorong Pemko Terapkan Sanksi bagi Pelanggar Protkes

batampos.id – Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam terus bertambah. Penambahan kasus positif covid-19 dinilai karena protokol kesehatan (protkes) kerap diabaikan sebagian masyarakat Kota Batam.

Padahal, Pemko Batam telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 49 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Batam. Dimana, dalam Perwako tersebut berisi sanksi denda ke masyarakat yang abai dalam menerapkan protkes.

F. Dalil Harahap/Batam Pos
Satgas Covid-19 merazia warga yang tidak pakai masker di SP Plaza, Sagulung, Rabu (9/6). Warga yang kedapatan melanggar, kemudian didata dan difoto, agar ke depan tak melanggar protkes lagi.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, meminta agar kebijakan dalam bentuk Perwako tersebut bisa diterapkan dengan konsisten. Jika Perwako sudah dijalankan, maka selanjutnya dilakukan evaluasi.

Advertisement

”Bagaimana sanksinya itu nanti, baru dievaluasi. Terpenting, seluruh kebijakan itu harus diterapkan secara konsisten,” ujarnya, kemarin.

DPRD Kota Batam, kata Nuryanto, tidak bisa mengambil keputusan benar atau salah dengan penanganan yang telah dilakukan Pemko Batam. Meski begitu, mestinya tetap dievaluasi sejauh mana kebijakan penanganan Covid-19 di Kota Batam selama ini.

”Kebijakan ini harus dilaksanakan dulu. Hasilnya dalam satu minggu atau dua minggu ini kita evaluasi. Jadi, kita akan tahu titik lemahnya di mana, kurangnya di mana. Jadi, sekali lagi kita tidak bicara salah dan benar,” katanya.

Pria yang akrab disapa Cak Nur itu melanjutkan, proses vaksinasi telah dilaksanakan mulai Februari lalu. Dengan target petugas kesehatan, pelayan publik, lansia, umum, dan sasaran lainnya. Meski demikian, Cak Nur menyayangkan masyarakat yang mulai abai dalam penerapan protkes.

”Makanya, kami sarankan Pemko Batam, seiring dengan vaksinasi sudah berjalan, maka petugas juga harus siap dan siaga dalam melakukan penegakan disiplin protkes,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini Pemko Batam telah memberikan kelonggaran di semua sektor. Seperti, di kawasan bisnis, rumah ibadah, kafe atau restoran dan tempat lainnya untuk tetap berjualan, asalkan menerapkan protkes yang ketat.

Dengan demikian, seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat juga harus bersama-sama berkomitmen mendukung kebijakan yang diberlakukan.

”Karena kita hidup di antara penyakit. Jadi, mari sama-sama berkomitmen menerapkan aturan prokes dengan tegas,” imbuhnya.

Tak Patuh Protkes Didata dan Difoto

Tim gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Ditpam BP Batam dan Satpol PP Kota Batam gencar menegakkan penerapan protkes. Seperti, saat menggelar pengawasan di kawasan Sentosa Perdana (SP) Plaza Mall Sagulung, Rabu (9/6) siang, tim gabungan ini langsung menindak pengunjung yang kedapatan tidak mengenakan masker.

Pengunjung yang mengabaikan protkes didata satu per satu dan dikenakan rompi warna oranye yang bertuliskan ”Saya Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19”, kemudian difoto satu per satu.

”Ini peringatan pertama. Besok atau lusa kalau kedapatan lagi dengan foto dan nama yang serupa, tentu ada tindakan yang lebih tegas lagi sesuai dengan Perwako yang ada,” ujar Kepala Satpol PP Kota Batam, Salim, di SP Plaza, Kemarin.

Selain kepada pengunjung, tim gabungan juga secara teliti keluar masuk ke pusat perbelanjaan, rumah makan ataupun kafe yang ada di kawasan SP Plaza. Jika ada keramaian yang ditemukan, maka pengelola ataupun pemilik tempat usaha akan diberi peringatan pertama.

”Kalau untuk mal, tempat makan atau kafe sudah jelas aturan dalam perwako bahwasannya protokol kesehatan harus diperhatikan dengan baik. Jangan sampai ada keramaian yang mengabaikan jarak fisik pengunjung,” terangnya.

Hal ini, sambung dia, juga terus diawasi dan pengelola kawasan maupun pemilik rumah makan, dinilai cukup taat. ”Jarak duduk pengunjung diperhatikan dan ada perlengkapan protokol kesehatan yang disediakan,” kata Salim.

Kepada Batam Pos, Salim mengakui sudah banyak tempat usaha yang ditutup paksa karena melanggar aturan protkes. Untuk itu, dia berharap agar ke depannya semua pihak sadar dan taat dengan anjuran protkes demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Jhoni, salah satu pengunjung yang terjaring razia mengaku menyesal telah mengabaikan anjuran protokol tersebut. Dia tidak mengenakan masker saat keluar rumah karena tergesa-gesa.

”Mau main futsal tadi (di lapangan futsal SP Plaza), lupa bawa masker. Menyesal telah mengabaikannya karena ini memang untuk kesehatan saya sendiri,” ujar pemuda 20 tahun tersebut. (*)

 

 

Reporter : Eggi Idriansyah, EUSEBIUS SARA
Editor : RATNA IRTATIK