Ekonomi & Bisnis

Penjualan Mobil Bekas Turun 40 Persen sejak PPnBM Tahap I Berlaku Maret

ILUSTRASI pusat penjualan mobil bekas. (dok. JawaPos.com)

batampos.id – Penjualan mobil bekas melandai sejak PPnBM tahap I berlaku pada Maret 2021. Harga mobil baru yang menjadi lebih murah berkat insentif PPnBM berdampak langsung pada pasar mobil bekas.

Salah satu pemain mobil bekas, OLX Autos, menyurvei pasar mobil bekas pada April–Mei. Hasilnya, diskon PPnBM mengubah perilaku dan demand konsumen mobil bekas.

“Transaksi mobil bekas mengalami penurunan sekitar 35 sampai 40 persen,” ujar Director of Insights OLX Indonesia Jefferson Kuesar.

Advertisement

Sebanyak 10 persen calon pembeli mobil bekas mengaku tergiur untuk membeli mobil baru saja. Itu membuat para penjual mobil bekas kemudian mempercepat penjualan agar harga tidak keburu turun signifikan.

“Diler mobil bekas juga mulai mengurangi pembelian stok. Mereka memperluas media penjualan dan juga mengurangi harga jual,” tambah Jefferson.

Survei OLX Autos juga menunjukkan bahwa penggunaan mobil pribadi pada kuartal I 2021 meningkat. Dari 33 persen pada masa sebelum pandemi Covid-19, menjadi 41 persen.

BACA JUGA: Daya Beli Rendah, Pasar Mobil Bekas Bisa Gigit Jari

Survei itu membuat OLX Autos yakin pasar mobil bekas akan pulih lagi, bahkan membesar. “Masyarakat membutuhkan transportasi yang lebih aman dengan harga terjangkau,” pungkasnya.

Terpisah, Direktur dan founder Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengingatkan, relaksasi PPnBM bukan satu-satunya faktor yang akan memulihkan kinerja otomotif.

“Insentif terbaik justru bukan PPnBM. Insentif terbaik adalah vaksinasi dan penurunan kasus harian Covid-19. Karena kuncinya adalah mobilitas,”’ tegasnya Selasa (8/6).

Bhima menyebut, penanganan pandemi yang baik dan vaksinasi yang optimal akan membawa sentimen positif bagi semua sektor. Tanpa insentif PPnBM pun, menurut dia, pemulihan akan terjadi asal pandemi terkendali. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung