Metropolis

Perhatian!!! Warga Batam yang Kontak Erat Bisa Minta Swab Gratis ke Puskesmas

Tenaga kesehatan Kota Batam melakukan usap swab tes PCR kepada warga. Bagi warga Batam yang kontak erat dengan pasien psotif Covid-19, bisa swab di Puskesmas. ( F Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyediakan test PCR gratis bagi mereka yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Hal ini merupakan langkah untuk membantu pemerintah dalam tracing kontak erat.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat ini banyak keluhan yang masuk terkait proses tracing yang dilakukan tim kesehatan. Untuk itu pihaknya meminta kepada kontak erat mendatangi puskesmas agar bisa menjalani tes untuk memastikan kesehatan mereka.
“Ini gratis alias tidak ada biaya. Jadi kontak erat yang sangat kooperatif kami sangat mengapresiasi karena mereka mau mendatangi puskesmas untuk mengecek kesehatannya. Sehingga kalau mereka terpapar tim  kesehatan bisa langsung ambil tindakan,” kata dia, Kamis (10/6/2021).
Ia mengakui tim kesehatan yang terbatas ikut menjadi kendala dalam proses tracing. Untuk itu, diperlukan bantuan dan kesadaran dari masyarakat untuk kooperatif dalam menyikapi persoalan Covid-19.
Warga yang kontak erat dapat dilakukan di Puskesmas yang berada di masing-masing kelurahan, tempat tinggal para pasien positif.
Walau demikian, pihaknya juga mengharapkan kesabaran masyarakat dalam menunggu hasil PCR yang telah dilakukan di Puskesmas. Karena semua pengecekan sampel di dilakukan di BTKLPP, untuk proses hingga hasil dapat diterima dalam waktu hingga 3 hari.
Menambahkan hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi juga mengungkapkan dengan adanya program ini, maka pihak Pemko Batam juga mengharapkan kesadaran agar dapat melaporkan diri apabila menjadi kontak erat dari para pasien positif.
Didi juga menghimbau agar para kontak erat tetap menjalankan karantina mandiri apabila telah melakukan PCR Test di Puskesmas.
“Kalau kontak erat cukup dengan isoman saja, setelah melapor ke Puskesmas terdekat,” jelasnya.

Mengenai upaya tracing di lingkungan perusahaan, Didi mengatakan pelaksanaan test antigen menjadi kebijakan perusahaan. Kendati demikian, jika ada kasus tracing akan dilakukan tim medis. (*)

Reporter: Yulitavia
Editor: Chahaya Simanjuntak

Advertisement