Metropolis

Proses Verifikasi Berkas Tak Lancar, Disdik Tambah Dua Link Pendaftaran PPDB

batampos.id – Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online tingkat SD negeri di Kota Batam melalui situs web, http://ppdbbatam.id/, masih diwarnai masalah pada hari kedua, Rabu (9/6). Kali ini, pihak sekolah kesulitan melakukan proses verifikasi data pendaftar yang masuk karena peladen atau server masih bermasalah.

Sejumlah sekolah mengeluhkan masalah tersebut sebab berdampak pada proses pendaftaran. Terlebih, berkas pendaftaran yang masuk semakin menumpuk dari waktu ke waktu.

”Iya, masih bermasalah. Tadi (kemarin) pagi sempat masuk data 15 pendaftar, cuma belum bisa diverifikasi. Masalahnya masih di server,” ujar Kepala SDN 08 Sagulung, Karmila, kemarin.

Advertisement

Menurutnya, beban server jadi semakin berat karena berkas pendaftaran menumpuk terus.

”Verifikasi tak bisa berjalan karena agak berat server-nya, susah masuk,” katanya.

F. Dalil Harahap/Batam Pos
Warga mengajak anaknya mencari informasi pendaftaran PPDB di SDN 006 Batuaji, Selasa (8/6). Disdik Batam menambah link pendaftaran PPDB online untuk mengatasi keluhan server down seperti pada hari pertama pendaftaran.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 13 Sekupang, Imam Rasyid, yang mengaku belum bisa melayani semua proses verifikasi data calon siswa yang baru mendaftar. ”Agak lambat proses verifikasi,” ujarnya.

Hal ini juga menjadi masalah bagi orangtua yang mendaftarkan anaknya sebab menimbulkan kegelisahan tersendiri. Ada yang khawatir, hambatan server itu bakal berimbas terhadap gagalnya anak mereka masuk ke sekolah negeri.

Sampai siang kemarin, status pendaftaran di laman PPDB online masih bertuliskan dalam proses verifikasi data.

”Sudah masuk berkas (pendaftaran) sejak pagi tadi (kemarin), tapi belum diverifikasi. Tak tenang jadinya karena belum ada kepastian apakah sudah masuk (dalam nomor pendaftaran) atau belum,” ujar Nita, salah satu orangtua calon siswa di Marina, Sekupang.

Sebagian Berhasil Mendaftar

Sempat bermasalah di hari pertama, situs web (website) PPDB tingkat SD negeri berangsur dapat diakses. Sejumlah orangtua calon siswa dapat melakukan pengajuan akun untuk mendaftar PPDB.

”Tadi pagi coba mendaftar di website dan alhamdulilah sudah bisa daftar,” ujar Husnety, warga Sei Harapan, Sekupang, Rabu (9/6/2021).

Hal senada juga dikatakan Budi, salah satu orangtua calon siswa yang memasukan berkas pendaftaran di SDN 008 Sekupang. Meskipun beberapa kali gagal, namun berkas baru bisa dimasukan pada kali keempat.

”Iya, tadi (kemarin) sempat gagal terus. Tapi setelah dicoba terus baru berhasil,” katanya.
Budi mengatakan, pendaftaran online ini menyulitkan orangtua siswa. Apalagi, jaringannya sempat bermasalah dan tidak bisa diakses sama sekali.

”Semalam (Selasa) sempat stres juga. Ini jaringan PPDB kok enggak bisa diakses sama sekali. Apakah saya saja yang seperti ini. Makanya saya datang ke sekolah menanyakan langsung,” ungkap Budi.

Ia mengaku lega setelah mendapat jawaban dari pihak sekolah bahwa server bermasalah. Bahkan, diketahui baru dua pendaftar yang masuk ke sekolah tersebut.

”Ternyata orangtua lain juga enggak bisa mengakses,” sebut Budi.

Sementara itu, operator PPDB SDN 008 Sekupang, Odi, membenarkan bahwa hari kedua penerimaan peserta didik baru, jaringan dan server sudah mulai stabil. Tercatat, sejauh ini sudah ada 81 pendaftar yang mengajukan berkas di sekolah tersebut.

”Kalau semalam (Selasa) memang bermasalah, hanya ada dua pendaftar saja masuk. Hari ini bertambah 79 pendaftar. Total sudah ada 81 pendaftar,” kata Odi.

Ia juga mengimbau kepada orangtua siswa jika pada saat mendaftar gagal, jangan berhenti sekali saja. Ulangi lagi, bisa jadi saat itu jaringan server lagi sibuk.

”Karena memang banyak yang mengakses sehingga jaringan jadi lelet,” pungkasnya.

Amsakar Minta Disdik Mengevaluasi

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta orangtua yang belum berhasil mendaftarkan anaknya di sekolah yang dituju, untuk bersabar. Hal ini karena kemampuan link pendaftaran yang disediakan Dinas Pendidikan (Disdik) tidak sanggup menampung pendaftar yang mencapai ribuan dalam waktu bersamaan.

”Alhamdulillah, Disdik sudah menambah dua link (pranala) lagi, jadi orangtua bisa daftar di link tersebut. Total ada tiga link untuk pendaftaran SDN ini. Jadi orangtua tak usah khawatir lagi,” kata dia, Rabu (9/6).

Adapun, dua link baru tersebut dapat diakses untuk pendaftar sesuai pengelompokan kecamatan. Untuk link, https://svr2.ppdbbatam.id, dapat diakses bagi pendaftar di wilayah Sagulung, Nongsa, Lubukbaja, dan Batuaji.

Sedangkan untuk link, https://svr3.ppdbbatam.id, diperuntukkan bagi pendaftar di wilayah Batam Kota, Bengkong, Seibeduk, Batuampar dan Sekupang.

Ia menyebutkan, total pendaftar PPDB SD negeri mencapai 9.869 di waktu yang bersamaan, sehingga orangtua kesulitan mengakses atau masuk ke link pendaftaran.
Sistem mengalami kendala, karena banyaknya pendaftar yang mencoba log in (log masuk) ke link tersebut.

”Memang ramai sekali yang akan masuk. Tapi saya rasa tidak ada masalah sekarang, sebab panitia sudah melakukan perbaikan dan menambah link pendaftaran,” ujarnya.

Mengenai kemampuan server PPDB, Amsakar mengatakan, Disdik sudah melakukan perbaikan dan peningkatan. Terkait persoalan teknis penggunaan server ini, menurutnya itu menjadi tanggung jawab Disdik Batam sebagai pihak yang berwenang terhadap PPDB.
Setiap tahun, persoalan PPDB online selalu terjadi seperti ini.

Karena itu, ke depan ia mengharapkan ada evaluasi termasuk soal pemilihan server yang akan digunakan demi mempermudah pelaksanaan PPDB.

”Jangan lagi ada orangtua yang mengeluh soal pendaftaran. Walaupun akhirnya Disdik menambah link pendaftaran, namun tetap harus dievaluasi yang seperti ini, agar tidak terulang lagi,” sebutnya.

Amsakar menambahkan, PPDB dibuka hingga tanggal 15 Juni mendatang. Sehingga, rentang waktu yang cukup panjang ini, orangtua masih berkesempatan mendaftarkan anak mereka.

Penerimaan tetap menggunakan sistem zonasi, dan ketentuan calon siswa yang diterima juga sudah diatur.

”Pertama dibuka untuk SD dulu, dan masih ada waktu cukup panjang. Jadi tidak usah khawatir,” imbaunya.

Lanjutnya, dengan penambahan dua link pendaftaran baru, persoalan tidak bisa mengakses mulai terselesaikan dengan baik.

Sekarang, tinggal bagaimana sistem seleksi dilakukan sesuai dengan ketentuan yang sudah diatur.

Terkait daya tampung, Amsakar mengatakan, sesuai laporan Disdik Batam, jumlah rombongan belajar (rombel) sekolah swasta dan negeri sanggup untuk menampung lulusan TK yang ada saat ini.

”Sekarang ini kita terima saja dulu pendaftaran. Soal penerimaan dan lolos seleksi, nanti akan diumumkan langsung oleh Disdik,” katanya.

Ia juga berharap, walaupun tidak diterima di sekolah negeri, masih ada sekolah swasta yang merupakan satuan pendidikan dengan mutu yang bagus.

”Memang kalau semua ke negeri, daya tampung tidak cukup. Mudah-mudahan lah ada solusinya nanti,” tambahnya.

Komisi IV DPRD Kota Batam telah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam terkait dibukanya PPDB tahun ini.

Dimana, dalam rapat tersebut, Komisi IV menekankan permasalahan server yang sering mengalami gangguan agar tidak terjadi dalam PPDB tahun ini.

”Kita tekankan, server itu harus bisa menampung ribuan data dan itu sudah dipastikan Dinas Pendidikan dengan menambah portalnya menjadi tiga,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, Rabu (9/6).

Ia mengakui, hingga pagi kemarin, dirinya masih mendapatkan laporan masyarakat terkait sulitnya mendaftar PPDB. Namun, pada Rabu siang, permasalahan server itu sudah selesai dan tidak ada lagi laporan yang masuk.

”Tadi pagi sudah saya hubungi untuk cari jalan keluarnya. Sepertinya untuk siang ini (Rabu, red) sudah mulai normal. Tetapi, kita juga akan lihat perkembangannya dalam beberapa hari ini. Jika tidak ada perkembangan lebih baik, maka harus dicarikan jalan keluarnya,” katanya.

Terkait dengan adanya gangguan server di hari pertama pembukaan PPDB, ia menduga hanya ada satu portal yang menampung pendaftaran.

Sehingga, dengan masuknya ribuan pendaftaran, mengakibatkan gangguan pada satu portal tersebut.

”Apalagi di hari pertama, pasti orangtua akan mendaftar semua. Dan informasi terakhir, dibagi tiga tempat. Jika tidak bisa entri di tempat satu, maka dibagi di tempat kedua dan ketiga,” tuturnya.

Mengenai adanya kemungkinan untuk menyewa atau meminjam server milik BP Batam karena mempunyai kapasitas yang lebih besar, Aman mengatakan bahwa Komisi IV belum pernah membicarakannya dengan Disdik.

Sebab, BP Batam dan Pemko Batam merupakan pemerintahan yang berbeda, meskipun Wali Kota Batam juga menjabat sebagai Kepala BP Batam.

”Artinya, government (pemerintah) dengan government harusnya ada MoU (Memorandum of Understanding) kalau itu bisa disewakan. Dan kalau BP Batam, juga tak menggunakan server itu,” ujarnya.

Selain itu, jika menggunakan server BP Batam, tentunya harus dilakukan pengkajian agar data milik BP Batam maupun data dari peserta PPDB tidak bocor dan sebagainya.
Sehingga, jika data itu bocor, tentunya akan menjadi persoalan di kemudian hari.

”Tapi yang jelas kami dari Komisi IV konsen dan menyarankan tidak ada persoalan dalam meng-entry data ini. Mungkin kemarin hari pertama ada kendala bisa kita maklumi dan segera dicari solusinya seperti apa,” tuturnya.

Ia menambahkan, Komisi IV DPRD Batam akan terus memantau pelaksanaan PPDB ini hingga selesai. Jika nantinya masih ada kendala, Komisi IV akan segera memanggil Disdik Batam untuk segara mencarikan jalan keluarnya bersama sehingga proses pendaftaran tidak terganggu.

”Tapi yang jelas, setiap harinya akan terus kita awasi. Karena pengaduan dari masyarakat melalui kita juga ada,” imbuhnya. (*)

 

 

Reporter : EUSEBIUS SARA, RENGGA YULIANDRA, YULITAVIA, EGGI IDRIANSYAH
Editor : RATNA IRTATIK