Ekonomi & Bisnis

Subsidi LPG Tidak Tepat Sasaran, Orang Kaya yang Menikmati

ILUSTRASI: Mobil gas mobil LPG saat parkir di PT Sarana Jaya Nusa di Seraya, Batam, Jumat 9 April 2021. F Suprizal Tanjung, Batam Pos

batampos.id – Kebijakan subsidi energi untuk masyarakat dalam hal ini subsidi listrik dan gas LPG 3 kilogram (kg) tidak tepat sasaran. Sehingga, membuat beban anggaran subsidi dalam APBN meningkat.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio N. Kacaribu mengatakan, subsidi tersebut tidak tepat sasaran karena yang menikmati subsidi bukan hanya masyarakat tidak mampu. Namun, orang-orang kaya pun ikut menikmati subsidi tersebut.

“Subsidi malah dinikmati oleh orang yang tidak berhak alias orang kaya,” kata Febrio dalam rapat Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rabu (9/6).

Advertisement

BACA JUGA: Pangkas Subsidi Listrik, Perbarui Dulu Data Acuan

Sementara, program bantuan yang dinilai lebih tepat sasaran, diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), Bantuan Sosial Pangan, dan program BPJS untuk kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Atas dasar itu, pemerintah akan memperbaiki skema subsidi tersebut agar lebih tepat sasaran. Pihaknya pun akan melakukan transformasi subsidi LPG 3 kg dan subsidi listrik menjadi lebih efektif dengan meminta arahan dari Bandan Anggaran DPR.

“Oleh karena itu, kami ingin terus memperbaiki ke depan bersama dengan stakeholders dan juga berbagai pihak dalam pemerintah,” pungkasnya. (*)

Reporter: JP Group
Editor: Suprizal Tanjung