Covid-19

Vaksin Aman Digunakan hingga Akhir Juni

Masih Tersedia 180 Ribu Dosis Vaksin Progres Vaksinasi di Kepri Masih di Bawah 20 Persen

Petugas Puskesmas Botania I Batam Center melakukan vaksianasi Covid-19 kepada seorang warga di Mall Botania 2 Batam Kota, Senin (7/6). Pemerintah terus menggalakkan vaksinasi untuk mengantispasi dan mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Vaksin AstraZeneca yang banyak digunakan di Kepri akan habis masa berlakunya (kedaluwarsa) pada akhir Juni ini. Namun, vaksin ini dipastikan masih aman digunakan sebelum masa kedaluwarsa tiba.

”Vaksin ini kan tidak sama seperti obat atau makanan. Masa berlakunya tidak tahunan, tapi hitungan bulan. Ada yang enam bulan, bahkan ada tiga bulan saja,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Muhammad Bisri, Selasa (8/6).

Dengan demikian, kata Bisri, walaupun hanya tinggal beberapa minggu saja masa berlakunya, vaksin AstraZeneca masih aman digunakan. Bahkan, setelah masa berlaku habis, vaksin masih bisa digunakan. ”Masih bisa, tapi ada batas toleransinya,” tuturnya.

Advertisement

Ia meminta masyarakat tidak termakan berita-berita palsu yang tersebar melalui grup-grup WhatsApp atau media sosial lainnya yang menyatakan vaksin berbahaya karena mendekati masa kedaluwarsa. ”Percayai informasi melalui saluran yang resmi, Pak Menteri Kesehatan, atau dari saya. Jangan termakan hoaks, yang penulis tak jelas siapa,” tegasnya.

Bisri mengaku terus meningkatkan animo masyarakat yang akan divaksin. Berbagai kemudahan diberikan, agar masyarakat mendapatkan vaksin. Ia juga mengaku pemerintah sudah membangun sentra-sentra vaksinasi. Sehingga masyarakat cukup datang ke sana dengan membawa KTP dan fotokopinya. ”Segera vaksin, agar terhindar dari virus ini,” tuturnya.

Bisri mengatakan, vaksin membuat seseorang menjadi kuat dan imun tubunya dapat melawan Covid-19. Vaksin jenis AstraZeneca dan Sinovac telah terbukti keampuhannya.

Sejauh ini, lanjut Bisri, tidak ada efek negatif dari vaksinasi di Kepri. ”Paling demam-demam dikit saja,” ucapnya. Vaksin yang digunakan, merupakan stok dari pengiriman beberapa waktu lalu dari Jakarta yang telah disebarkan ke seluruh wilayah di Kepri.

”Pemerintah kota dan kabupaten terus menggalakkan vaksinasi ini. Semakin banyak yang divaksin, maka penyebaran virus dapat diminimalisir,” imbuhnya.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan, saat ini, Provinsi Kepri masih memiliki stok 180 ribu dosis vaksin Covid-19. Adapun progres vaksinasi di Provinsi Kepri sampai saat ini masih pada angka 242.034 orang. (Berita progres vaksinasi di Kota Batam bisa dibaca di Halaman 13 Metropolis).

“Progres vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepri sampai saat ini terus digesa. Memasuki pekan kedua bulan Juni 2021 ini, sudah 242.034 orang di Kepri mendapatkan vaksinasi,” ujar Tjetjep, Rabu (9/6) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri itu menjelaskan, sasaran yang ingin dicapai di Provinsi Kepri adalah sebanyak 1.476.091 orang. Yakni, sasaran untuk Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan sebanyak 19.257 orang. Adapun jumlah yang sudah menjalani vaksinasi tahap II sebanyak 17.198 orang.

“Sasaran yang kedua adalah warga lanjut usia (lansia) di Provinsi Kepri sebanyak 118.851 orang yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepri. Lansia yang sudah mendapatkan manfaat pada dosis pertama berjumlah 27.005 orang. Sedangkan yang sudah melanjutkan pada dosis kedua 9.223 orang,” jelas Tjetjep.

Kemudian, sasaran ketiga adalah pelayanan publik sebanyak 166.201 orang. Adapun yang sudah rampung divaksin tahap II sebanyak 42.956 orang. Tjetjep menyebutkan, secara keseluruhan target atau sasaran dari tiga kelompok tersebut adalah 304.309 orang. Sedangkan selebihnya adalah masyarakat umum.

“Pandemi Covid-19 masih belum berakhir, vaksinasi adalah ikhtiar kita untuk melawan penyebaran Covid-19 menjadi semakin masif di Provinsi Kepri. Atas dasar itu, kita harapkan semua pihak dapat mendukung langkah yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” kata Tjetjep yang merupakan pejabat Widyaiswara Pemprov Kepri tersebut.

Sementara itu, legislator Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara, mendorong Pemprov Kepri segera mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum di Kepri. Vaksinasi ini penting untuk menjaga ketahanan masyarakat dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19 yang sedang meningkat.

”Pemprov Kepri diharapkan segera mengambil langkah-langkah percepatan program vaksinasi bagi masyarakat umum di Kepri. Mengingat sampai bulan Juni ini, cakupan vaksin masih di bawah 20 persen dari target,” ujar Teddy, kemarin.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, percepatan vaksinasi akan lebih memberikan harapan akan menurunnya kasus penularan Covid-19 di wilayah Provinsi Kepri. Karena di beberapa negara yang tingkat penularannya sangat tinggi, terbukti efektif mengurangi kasus penularan Covid-19 secara signifikan. Ini setelah beberapa negara ini mampu menjangkau hingga vaksinasi 50 persen dari jumlah populasi sampai dengan Juni 2021.

“Pasca pemberlakuan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mikro di Kepri yang menimbulkan dampak ekonomi bagi masyarakat, percepatan program vaksinasi menjadi salah satu solusi agar pergerakan aktivitas ekonomi masyarakat secara perlahan bisa kembali normal,” tegasnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA, JAILANI
Editor : MOHAMMAD TAHANG