Bintan-Pinang

Walikota Tanjungpinang Ancam Gembok Kendaraan Pengunjung dan Cabut Izin Tempat Usaha, Kalau masih Ada Kerumunan

Rahma (Feri/Batam Pos)

batampos.id – Wali Kota Tanjungpinang Rahma mengancam akan gembok dan merantai kendaraan milik pengunjung tempat usaha sesuai yang tertera dalam Surat Edaran (SE) tentang larangan berkerumun. Dijelaskan Rahma dalam pembahasan penguatan protokol kesehatan (Prokes)  dan percepatan vaksinasi bersama Fokrum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) juga dibicarakan tentang peningkatan disiplin pemilik dan pengunjung tempat usaha.

BACA JUGA: Antisipasi Penyebaran Covid, Walikota Batam Akhirnya Kembali Terapkan Sekolah Daring

“Surat edaran yang sudah dikeluarkan beberapa waktu lalu saat ini perlu dipertegas kembali karena tidak berjalan maksimal,”kata Rahma, Kamis (10/6).

Advertisement

Tempat usaha yang dapat menimbulkan kerumunan seperti restoran, kafe, hingga kedai kopi sesuai SE dan bagi yang sudah menerima teguran pertama dan kedua jika masih melanggar akan dilakukan penutupan beberapa hari.

“Si pemilik harus buat pernyataan tidak akan mengulangi lagi, jika masih melanggar akan kita cabut izin usahanya,”tegasnya. Tidak hanya kepala pemilik tempat usaha, kepada pengunjung juga akan diberikan sanksi yang sama yaitu kendaraan roda empat dan roda dua pengunjung akan digembok dan dirantai.

“Jika mau ambil kendaraan harus buat pernyataan tidak akan mengulangi lagi. Akan kita berlakukan karena selama ini hanya berlaku untuk pelaku usaha,” ungkapnya.

Mulai Jumat (11/6/2021), Rahma menegaskan akan memberlakukan aturan baru tersebut,  sebab kasus covid-19 di Tanjungpinang masih menunjukkan peningkatan yang signifikan, bahkan data pasien covid-19 yang meninggal mencapai 90 orang.

“Tadi pagi ada yang meninggal, ini satu pertanda kalau protokol kesehatan tidak boleh kita abagikan,”tukasnya. Rahma meminta kepada semua pelaku usaha yang diatur dalam SE sebelumnya itu bisa patuh, tujuannya adalah untuk kebaikan semua warga Tanjungpinang.

Selain memutus mata rantai covid-19 penguatan itu juga untuk menghindari kerugian yang lebih besar. “Bila kita lalai, bukan tidak mungkin akan timbul kerugian yang lebih besar,” tambahnya.

Sebelumnya, pada tanggal 21 Mei 2021 Pemko Tanjungpinang sudah mengeluarkan SE wali kota nomor 443.3/813/5.2.01/202 yang menyebutkan larangan untuk mengadakan pesta pernikahan pada masa pandemi covid-19 serta tempat usaha seperti rumah makan dan sejenisnya dilarang melayani pembeli yang makan di tempat, diwajibkan untuk melayani dengan cara take away atau dibungkus. (*)

Reporter: Peri Irawan
editor: tunggul