Covid-19

Akhir Juli, 50 Persen Warga Kepri Sudah Divaksin

Petugas Puskesmas Botania I Batam Center melakukan vaksianasi Covid-19 kepada seorang warga di Mall Botania 2 Batam Kota, Senin (7/6). Pemprov Kepri menargetkan hingga akhir Juli, 50 persen warga Kepri sudah mengikuti vaksinasi. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.id – Vaksinasi gencar dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri maupun pemerintah kota dan kabupaten. Ditargetkan, hingga akhir Juli, 50 persen warga Kepri sudah mengikuti vaksinasi.

”Benar, Juli itu harus selesai 50 persen (vaksinasi, red). Tapi sejauh ini kami baru selesaikan 15,8 persen yang telah divaksin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Muhammad Bisri, Kamis (10/6).

Bisir berharap masyarakat yang berinisiatif datang ke pusat-pusat vaksinasi. Sejauh ini, kata Bisri, pusat-pusat pelaksanaan vaksinasi hanya didatangi puluhan orang saja. Padahal, vaksin disediakan ratusan bahkan ribuan dosis di satu pusat vaksinasi. ”Masih terbilang rendah, mestinya penuh. Tapi yang datang hanya beberapa saja, ke mana yang lainnya,” tuturnya.

Advertisement

Ia mengatakan, apabila masyarakat tidak mendukung, target ini tidak akan pernah tercapai. Untuk itu, ia meminta kesadaran masyarakat, agar segera menjalani vaksinasi.
Sehingga kasus Covid-19 di Kepri dapat segera turun. ”Jangan terlalu banyak termakan hoaks. Apabila itu yang bicara saya, barulah percaya. Vaksin ini aman kok,” ucapnya.

Banyak kemudahan diberikan ke masyarakat yang ingin divaksin. Bahkan, sambungnya, masyarakat juga dapat mengajukan untuk melakukan vaksinasi di luar tempat-tempat yang disediakan. ”Silakan ajukan permohonan, agar vaksinasi segera dilaksanakan. Masyarakat bisa juga datang ke puskesmas. Bawa KTP dan fotokopinya, lalu tentukan jadwal vaksin. Gampang kok,” ujarnya.

Sejauh ini, menurut Bisri, vaksinasi baru dilaksanakan di pulau-pulau yang ramai dihuni penduduk. Sedangkan untuk masyarakat di pulau kecil, vaksinasi belum digalakkan. ”Mereka ini secara geografis dan epidomologis, potensi tertularnya rendah. Tapi masyarakat di kawasan atau pusat-pusat kota, potensi tertularnya tinggi. Makanya kami gencar melaksanakan vaksinasi di kawasan perkotaan,” katanya.

Bisri menambahkan, masyarakat jangan menunggu-nunggu lagi. Selagi ada stok vaksin, segeralah datang ke pusat-pusat vaksinasi. ”Tunggu apa lagi, vaksinnya sudah ada. Segeralah ke vaksin (divaksinasi, red),” ucapnya.

Sementara itu, sebanyak 750 pegawai dan keluarga di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam divaksinasi di Dataran Engku Putri, Kamis (10/6). Vaksinasi itu ditinjau langsung Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Adapun vaksinasi itu merupakan dosis pertama dengan mendatangkan tiga tim vaksinator dari Puskesmas Tanjungsengkuang, Bulang, dan Galang. Kegiatan itu ditaja Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam.

Amsakar mengatakan, penanganan Covid-19 harus terus digencarkan, salah satunya melalui vaksinasi tersebut. Hal itu disampaikan Amsakar mengingat masih melonjaknya kasus penyebaran Covid-19 di Kota Batam sampai saat ini. ”Covid-19 ini akan terus berlanjut, bahkan sudah 10.425 kasus positif di Batam sejak pertama kali Covid-19 masuk ke Batam,” katanya.

Dengan begitu, Amsakar meminta semua masyarakat khsususnya keluarga pegawai agar ikut menyosialisasikan vaksinasi ini. Bahkan, ia menargetkan 70 persen warga Batam divaksin. ”Ajak warga lain. Bantu kami menyosialisasikan vaksinasi ini. Silakan datang langsung ke puskesmas untuk divaksin,” kata Amsakar.

Hadir dalam vaksinasi itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid; Kepala BKPSDM, Hasnah; Kepala Dinas Kominfo Batam, Azril Apriansyah; Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah; dan peserta vaksinasi.

Pemerintah Harus Jadi Contoh

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, menyayangkan adanya kegiatan yang dilaksanakan Pemko Batam dengan mengumpulkan massa lebih dari 10 orang pada Rabu (9/6) lalu. Padahal saat ini, Pemko Batam tengah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro hingga 24 Juni mendatang.

”Kami sangat menyayangkan dengan itu. Kita sudah mewanti-wanti ke masyarakat dan mewanti pemerintah untuk tidak berkerumun hanya berkumpul lebih dari 10 orang. Tapi kalau pemerintah melakukan itu, maka masyarakat akan tidak percaya,” katanya, kemarin.

Aman melanjutkan, seharusnya Pemko Batam lebih berhati-hati dalam menggelar sebuah kegiatan di masa pandemi ini dan lebih mementingkan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Dalam menjalankan aturan yang telah dikeluarkan, pemerintah harus terlebih dahulu mematuhi sebelum mengimbau masyarakat untuk patuh.

”Harusnya pemerintah yang memberikan contoh itu, sehingga masyarakat mengikuti. Kalau aturan dibuat kemudian masyarakat diimbau tapi pemerintah sendiri yang melanggar itu, maka masyarakat akan ikut melanggar. Siapa lagi yang menjadi teladan kita kalau tidak pemimpin kita,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Kepri kemarin (10/6), kasus terkonfirmasi positif di Kota Batam bertambah 160 orang. Namun demikian, jumlah pasien sembuh juga tinggi, yakni sebanyak 136 orang.

Hingga kemarin, total terkonfirmasi positif Covid-19 di Kepri sudah mencapai 19.549 orang, kasus aktif 2.307 orang, sembuh 16.817 orang, dan meninggal dua 425 orang. Kemarin Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Kepri mencatat dua warga meninggal dunia karena terpapar virus corona. Keduanya warga Tanjungpinang.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah, kembali mengingatkan masyarakat Kepri agar tetap meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. ”Penyebaran Covid-19 masih tinggi. Tetap disiplin jalankan protkes baik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan masyarakat,” tegasnya. (*)

Reporter : FISKA JUANDA, YULITAVIA, EGGI IDRIANSYAH
Editor: MOHAMMAD TAHANG