Zetizen

Bawa Nuansa Gloomy dalam Koleksi

Batampos.id – SEBAGAI bagian dari seni, fashion tidak terlepas dari kreativitas dan imajinasi desainer dalam membuat suatu desain. Keadaan sekitar turut memengaruhi karya yang dihasilkan. Nggak heran kalau fashion menjadi wadah desainer dalam mencurahkan pesan dan perasaan yang dirasakannya. Hal itulah yang dilakukan Gaby Natalie pada koleksi teranyarnya.

Keluar dari zona nyaman dan mencoba something new, koleksi Gaby kali ini jauh berbeda dari yang biasa dia buat. Jika sebelumnya Gaby cenderung membuat design fashion yang cheerful dan dreamy, karya terbarunya mengambil konsep yang lebih dark dan deep. Gaby ingin menunjukkan sisi yang cukup gelap melalui warna-warna surrealist.

”Awal pembuatan koleksi ini karena terbawa suasana dunia yang saat ini seperti ’mengekang’ kita. Adanya Covid, bencana kebakaran, dan lain-lain itu memengaruhi mood dan pikiran saya sehingga melihat dunia seakan lebih dark,” ungkap Gaby Natalie, mahasiswi jurusan fashion product design. Namun, masa kelam tersebut harus disudahi dan berjuang untuk maju lagi sehingga kemudian koleksi ini diberi judul ”ARISE” yang berarti bangkit.

Advertisement

Dalam koleksi itu, akan ada enam look. Salah satu yang sudah terealisasi berupa dress side high slit hitam dengan belahan setinggi paha. Terdapat embellishments bunga-bunga di pangkal belahannya dan motif berwarna merah yang di-print menyebar di seluruh permukaan gaun. Bagian atas memperlihatkan salah satu bahu terbuka, sedangkan satunya tertutup cape dengan warna glitch yang estetik.

Menggunakan kain taffeta yang high-end dengan hanya satu–dua permainan warna pekat, Gaby ingin meng-highlight women power yang meskipun sedang dilanda ketakutan dan kesedihan, tetapi mampu tegar untuk bangkit. Dibutuhkan waktu 13 jam bagi dia untuk menyelesaikan dress ini, mulai membuat pola hingga menjahitnya. Eitts, meski begitu, nggak mudah bagi Gaby untuk menyelesaikan dress yang sangat berbanding terbalik dengan koleksinya selama ini, lho.

”Struggle di koleksi kali ini feel so real banget. Selama pembuatan, sering ke-distract ’it’s not me’ gitu. Tapi, dari awal nentuin angkat koleksi ini, aku udah membulatkan pikiran. Kalau kata orang, jangan setengah-setengah dalam melakukan sesuatu, jadi harus diselesaikan,” tuturnya.

Well, sebagaimana halnya quotes yang juga jadi inspirasi Gaby dalam karyanya bahwa orang-orang berjuang melawan rasa takut dengan ketakutan dapat tersampaikan melalui karyanya, ya. Semoga harapan Gaby agar kita semua dapat bangkit dari keadaan yang diselimuti kemurungan dan kecemasan dapat terwujud. Keep spirit! (c12/lai)

SEKILAS tampak simpel, tetapi ternyata dress ini nggak sesederhana itu, lho. Jika diperhatikan lebih dekat, terdapat unsur-unsur Chinese yang ditambahkan Gaby dalam koleksinya. Yuk, intip detail fashion yang dituangkan Gaby dalam karyanya ini! (c12/lai)

 

Coba perhatikan motif yang di-print pada koleksi dress ini. Goresan-goresan berwarna merah tersebut tak lain adalah dua belas zodiak dalam huruf Mandarin yang tersusun acak.

Terinspirasi dari Chinese movie, Zodiac: The Race Begins (2006), yang para tokohnya berlomba menjadi pemenang, sama halnya dengan koleksi ini yang mengajak untuk bangkit dan menjadi pemenang dari rasa takut akan segala kekacauan yang terjadi.

 

Adanya tambahan cape yang tersampir cantik di bahu kiri memberikan look classy. Terbuat dari bahan mesh tulle, kain jaring lembut dengan efek glitch yang didatangkan langsung dari Tiongkok. Cape tersebut dapat dilepas pasang sesuai keinginan, lho. Tampak simpel jika dilepas dan mewah jika dikenakan.

 

foto-foto: Gaby Natalie for zetizen model: nadia amadeus (universitas surabaya)

 

Kerah Mandarin atau kerah shanghai masih menjadi pilihan dalam berbusana. Penggunaan kerah ini tentu menambah Chinese vibes dalam koleksi. Jenis kerah ini memiliki bentuk tegak sejajar atau tepat pada bagian leher dan nggak bisa dilipat atau diturunkan. Biasanya, kerah ini digunakan pada cheongsam, busana khas yang dikenakan wanita Tiongkok dalam perayaan hari besar seperti Imlek.

 

“Simpel dan Mewah”

Reporter : Sonia Novi
Editor : Agnes Dhamayanti

SEKILAS tampak simpel tapi terkesan mewah! Wow… Kenapa bisa seperti itu ya? Nah penasaran seperti apa tanggapan milineal! Yuk intip. (*)

F. Dok. Pribadi

Rahma Ananditha Firdaus
Universitas Putera Batam
@rahmaanandth

FASHION dengan nuansa gloomy sangat terkesan simple namun elegan.

Fashion dengan nuansa gloomy ini mampu membawa kesan anggun kepada orang yang mengenakannya. Sangat cocok untuk orang-orang yang ingin tampil mewah namun tetap simple.

Saya sendiri juga suka mengenakan fashion dengan nuansa gloomy. Jika kalian ingin belajar fashion, sebaiknya memang dimulai dari yang simple terlebih dahulu seperti fashion bernuansa gloomy. Dan trend fashion ini cocok untuk remaja maupun dewasa, seperti yang saya pakai ini termasuk fashion bernuansa gloomy dimix dengan cardigan berwarna army. (*)

F. Dok. Pribadi

Martauba Pangaribuan
Universitas Bengkulu
@martaubapangaribuan

BICARA mengenai fashion tentu tidak akan pernah habis-habisnya. Menurut The Contemperary English Indonesian Dictionary of English Language oleh Hounghton Mifflin Company, fashion diartikan sebagai gaya dalam berpakaian. Gloomy sering diartikan sebagai sesuatu yang suram ataupun redup.

Namun siapa sangka trend fashion dengan nuansa gloomy juga bisa memberikan kesan simpel namun memancarkan aura yang elegan. Busana yang sering digunakan untuk memberikan kesan gloomy biasanya identik dengan warna yang gelap seperti warna hitam. Di tengah pandemi seperti ini, trend fashion dengan nuansa gloomy sepertinya sangat cocok. (*)