Metropolis

Demi Pelayanan, Truk Sampah Tua Tetap Dioperasionalkan

F. Iman Wachyudi/Batam Pos
Petugas kebersihan mengangkut bin kontainaer sampah di TPS Tanjunguma ke truk sampah, Senin (17/5) lalu. DPRD Batam menemukan 58 armada truk sampah DLH Batam yang tak laik jalan masih beroperasi.

batampos.id– Kepala Bidang Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup Batam, Faisal Novrieco mengatakan, peremajaan terhadap 58 unit armada truk pengangkutan sampah berusia tua terus dilakukan. Hal ini ditujukan guna menunjang pelayanan sampah di Batam. “Ya tetap kita operasionalnya, sebab kalau sempat diberhentikan angkut sampah dampaknya akan besar terhadap pelayanan sampah saat ini,” ujar Faisal, Jumat (11/6/2021).

BACA JUGA: Diduga Kelebihan Beban, Truk Sampah Terbalik

Menurutnya perbaikan dan maintenance terus dilakukan terhadap 58 unit armada. Hanya saja perbaikan dilakukan tidak sekaligus terhadap 58 unit truk itu. Armada yang dianggap urgen untuk dilakukan perbaikan akan diprioritaskan terlebih dulu.

Advertisement

“Kalau ke-58 itu kita perbaiki sekaligus, dampaknya akan ke pelayanan, sebab tidak ada lagi armada operasional. Makanya kita akan prioritaskan mana yang urgen dan mana yang bisa ditunda dulu,” ungkap Faisal.

Setelah yang prioritas ini selesai diperbaiki, maka armada tua lain juga akan dilakukan perbaikan. Tujuannya supaya pelayanan pengangkutan sampah di masyarakat berjalan maksimal dan tidak penumpukan sampah.

“Saat ini dari 58 truk yang tua itu, 15 diantaranya masih dalam proses perbaikan. Untuk lama perbaikan 3-5 truk memakan waktu sekitar 2 hingga 3 pekan,” bebernya.

Faisal menambahkan, terkait hasil tindak lanjut pansus LKPJ DPRD Batam kemarin, ia mengaku telah menindaklanjuti dengan membuat laporan serta dokumen tertulis. Khususnya mengenai jumlah armada pengangkutan yang melakukan perbaikan dan peremajaan, apa saja kerusakan, apa saja yang diperbaiki, besar biaya dan sebagainya.

“Termasuk juga kami melakukan identifikasi data kerusakan dan bahkan pelat nomor mobil serta nama supirnya, semuanya kita sampaikan secara tertulis,” ungkap Faisal.

Disinggung mengenai kendala saat ini, Faisal menjawab, pelayanan sampah masih berjalan baik. Hanya saja ada pengakutan sampah di TPA panjang Seibeduk terkendala lantaran armada masih dilakukan perbaikan. “Sejauh ini baru itu, karena mobilnya masih diperbaiki,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup Batam, Faisal Novrieco mengaku, keterbatasan armada pengakutan sampah menjadi kendala saat ini. Dampaknya, banyak armada pengakutan sampah berusia tua yang masih dioperasionalkan untuk mengangkut sampah.

“Untuk pengadaan armada baru tetap kita usulkan setiap tahun. Termasuk pengadaan bin kontainer juga,” katanya Rabu (9/6/2021). Faisal menyebutkan, pengadaan armada truk pengakutan sampah yang bersumber dari APBD Batam terkahir kali dianggarkan pada tahun 2017 lalu. Ada sebanyak tiga unit yang dianggarkan. Setelah itu tahun 2018, 2019 dan 2020 tidak ada penambahan armada baru pengakutan sampah dari APBD.

“Tahun 2017 itu ada tiga truk amrol yang dibeli dari APBD. Kemudian tahun 2020 kita dapat bantuan dari pusat berupa lima truk dan empat mobil pickup. Itupun peruntukan buat di lokasi wisata,” ungkap Faisal.

Jumlah ini lanjut Faisal masih kurang bila melihat kebutuhan saat ini. Bahkan di tahun 2021, DLH mengajukan penambahan 50 unit truk amrol untuk mengganti truk tua yang dianggap sudah tidak layak beroperasi. “Ya idealnya penambahan 50 truk dan 100 bin kontainer, sehingga kami bekerja bisa benar-benar lebih maksimal,” ujarnya. (*)

Reporter : Rengga Yuliandra
editor: tunggul